Press "Enter" to skip to content

PetroChina Berupaya Tingkatkan Produksi Migas, Begini Peluangnya  

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARRA.ID – PetroChina International Jabung Ltd berupaya meningkatkan produksi migas dalam negeri, karena peluang tersebut dinilai masih terbuka. “Kami masih melihat kesempatan atau peluang bagi kegiatan hulu migas di Indonesia. Hingga kini, PetroChina masih menjaga produksi migas di kisaran 50–55 juta barel ekuivalen per hari (MBOEPD),” kata Drilling Operation Manager PetroChina International Jabung Kiki Ariefianto saat buka puasa bersama media di Jakarta, Jumat (7/3).

Kiki mengatakan, upaya tersebut harus mendapat dukungan dari pemerintah dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), terutama dalam mengatasi kelangkaan alat pengeboran migas. “Kami membutuhkan perhatian dari pemangku kebijakan untuk memperhatikan hal ini (kelangkaan alat pengeboran),” ungkap Kiki.

Kiki menjelaskan bahwa implikasi dari kelangkaan alat pengeboran sumur migas alias rig adalah meningkatnya biaya pengeboran secara signifikan.

Misalkan, ketika pemerintah meminta kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk meningkatkan produksi, maka semakin banyak KKKS yang membutuhkan alat pengeboran sumur migas.

Tingginya permintaan atau demand atas alat pengeboran yang tidak selaras dengan ketersediaan alat pengeboran lantas menyebabkan biaya pengeboran akan naik dengan signifikan. “Ini menyulitkan kami sebagai operator,” ucapnya.

Kiki masih melihat kesempatan atau peluang bagi kegiatan hulu migas di Indonesia. Hingga kini, kata dia, PetroChina masih menjaga produksi migas di kisaran 50–55 juta barel ekuivalen per hari (MBOEPD). “Kalau kami tidak melakukan apa-apa, tidak mengebor, mungkin pada saat ini kami sudah tidak berproduksi lagi. Ini karena cepatnya lanjut decline produksi dari minyak dan gas di lapangan kami,” kata dia.

Di sisi lain, Exploration Manager PetroChina Jabung Hendra Niko Saputra yang juga hadir dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa PetroChina akan melakukan persiapan pengeboran untuk salah satu seismik pada akhir semester kedua 2025. “Insyaallah kami mulai persiapan pengeboran untuk salah satu seismik pada akhir semester II 2025,” kata Niko. (son)

 

Mission News Theme by Compete Themes.