Press "Enter" to skip to content

Kecelakaan Pelayaran Meningkat, 342 Orang Meninggal

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus melakukan proses investigasi terhadap kecelakaan sekaligus memberikan rekomendasi dan permasalahan yang ada, serta menggelar beberapa kegiatan guna diteruskan kepada pihak-pihak terkait yang bertujuan untuk mencari solusi terbaik menekan angka kecelakaan dan meningkatkan faktor Keselamatan.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat Media Rilis tentang Capaian Kinerja KNKT Tahun 2021 di Jakarta, Senin (20/12) mengatakan, sepanjang tahun 2021 tercatat bahwa moda pelayaran menyumbangkan angka terbesar kecelakaan transpprtasi yang diinvestigasi KNKT.

Aoerjanto mengatakan, invetigasi kecelakaan untuk moda pelayaran berjumlah 19 kasus. Angka ini meningkat apabila dibandingkan dari tahun lalu yang hanya 12 kasus. Kecelakaan kapal penangkapan ikan menjadi isu penting sepanjang tahun ini, dimana total yang meninggal dunia dan hilang mencapai 342 jiwa.

Ia mengatakan, kasus perahu Gako yang sebenarnya tidak masuk dalma kriteria investigas KNKT, namun pemerintah pusat dan pemerintah daerah minta KNKT untuk melakukan investigasi pada 15 Mei 2021, dan kasus tenggelamnya kapal motor penumpang Yunicee yang terjadi pada 29 Juni 2021 menjadi kasus kecelakaan yang paling menonjol sepanjang tahun ini.

Sementara jumlah kecelakaan yang investigasi KNKT bidang moda penerbangan terdapat 18 kasus, dimana 9 kasus diantaranya merupakan kecelakaan serius (serious accident). Kecelakaan pesawat Boeing 737-500 registrasi PK-CLC yang terjadi pada 9 Januari 2021 menjdi kejadian yang paling menonjol dengan korban kecelakaan sebanyak 56 jiwa.

Hingga saat ini, kata Soerjanto, proses investigasi kejadian tersebut masih berlangsung dengan melibatkan (NTSB) Amerika, TSIB (Singapura), dan AAIB (Inggris). “KNKT berjarap investigasi kejadian dapat diselesaikan pada pertengahan tahun 2022,” paparnya.

Angka yang sama juga didapati oleh moda lalu lintas dan angkutan jalan yakni sebanyak 18 kasus kecelakaan yang diinvestigasi. Data KNKT, ungkap Soerjanto, menunjukkan bahwa terdapat 6 titik Daerah Rawan Kecelakaan yang kerapkali terjadi yaitu di Tikungan Harmoko, Fly over Kretek, Kertek Wonosobo, Dieng, Cangar, dan Turunan Salip Putih – Salatiga.

Menindaklanjuti hal tersebut, Soejanto mengatakan, KNKT memberikan rekomendasi diantaranya KNKT membuat surat langsung kepada instansi terkait, mengadvokasi program Mitigasi, melalui monitoring dan evaluasi. Serta melakukan beberapa program pendampingan seperti edukasi pembuatan Sistem Manajemen Keselamatan (SMK), edukasi pengemudi, edukasi jalan tol, edukasi penanganan DRK, dan lain sebagainya.

Sedangkan pada moda kereta api, Soerjanto menjelaskan, KNKT telah melaksanakan investigasi kecelakaan sebanyak 5 kasus dengan katagori kecelakaan 3 kasis anjlok atau terguling dan dua tabrakan.

Tabrakan rangkaian uji coba TS 29 dan TS 20 LRT Jabodebek yang terjadi pada 25 Oktober 2021, jelas Soerjanto, menjadi kejadian yang paling menonjol. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa teknisi TS 29 mengalami distraction akibat penggunaan ponsel sehingga tidak fokus dalam menjalankan kereta, melihat kecepatan, dan posisi kereta. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.