Press "Enter" to skip to content

INACA-Boeing Siap Pertahankan Prosedur Keselamatan Penerbangan

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Tidak dipungkiri bahwa Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup berat kepada industri penerbangan. Walaupun sebelumnya banyak armada yang berhenti beroperasi, namun INACA (Indonesia National Air Carrier Association) dan Boeing, sebagai pabrikan pesawat, siap mempertahankan prosedur keselamatan penerbangan di Tanah Air.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua INACA, Denon Prawiraatmadja saat memberikan closing remarks pada kegiatan Southeast Asia Regional Safety Symposium yang di yang diselenggarakan oleh Boeing. Ia juga menegaskan pihaknya bersama dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor penerbangan senantiasa mengkampanyekan pentingnya aspek keselamatan penerbangan, baik kepada para pelaku di sektor penerbangan maupun masyarakat. “Kegiatan ini sangat bagus untuk mengingatkan kembali para operator maskapai terkait keselamatan penerbangan. Harapannya ke depan, bukan hanya Boeing namun pabrikan pesawat lainnya juga bisa melakukan hal ini, sebab keselamatan penerbangan merupakan hal utama bagi para operator penerbangan,” kata Denon.

Ditambahkannya bahwa saat para maskapai di Tanah Air tengah disibukan oleh masalah avtur, perpajakan, kekurangan armada dan lainnya tapi ada faktor penting yang harus diperhatikan yaitu keselamatan penerbangan yang berkaitan erat dengan armada yang dioperasikan. Terlebih lagi pasca pandemi ini, armada yang sebelumnya beroperasi secara terbatas sekarang telah hampir penuh melayani rute-rute yang dulu sempat terhenti. Dan dengan ada simposium ini maka pihaknya diingatkan kembali bahwa keselamatan tidak boleh dilupakan. “Tanpa safety procedure maka maskapai akan ditinggalkan oleh para penggunanya, sebab selain dalam menjual jasa penerbangan keselamatan merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dan dengan ada kegiatan ini maka kami para operator penerbangan di refreash kembali terkait hal-hal kelamatan yang harus kita perhatikan,” kata Denon.

Denon juga menjelaskan bahwa komunikasi pihaknya dengan pabrikan pesawat seperti Boeing terkait keselamatan penerbangan terus dilakukan. Bahkan pihaknya berkomunikasi dalam memperbaiki prosedur terkait masalah keselamatan jika dilihat ada yang kurang. “Kami dengan Boeing juga melakukan pelatihan, pembuatan regulasi, manual book untuk perawatan maskapai yang tepat. Terlebih saat ini merupakan kondisi yang luar biasa, pasca pandemi Covid19,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekertaris Jenderal INACA, Bayu Susanto mengatakan walaupun saat pandemi kemarin banyak armada yang tidak beroperasi, namun safety lavel tetap dipatuhi dan dipetahankan oleh maskapai anggota INACA. Dan dengan adanya kegiatan ini, makin menyakinkan para anggota INACA kalau apa yang dilakukan  pada bidang keselamatan masih di dalam koridor yang tepat. “Sebagai induk maskapai di Tanah Air, INACA, selalu memberikan perhatian kepada para anggota kami untuk memperhatikan kepada masalah safety. Bahkan kami telah sering membuat training bagi anggota kami terkait keselamatan dengan bekerjasama dengan para pabrikan pesawat,”

Tidak hanya itu, kata Bayu, jika ada rekomendasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan International Civil Aviation Organization (ICAO) maka akan menjadi perhatian dari pihaknya dan akan dilakukan pembahasan melalui sesi-sesi diskusi. “Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh pabrikan dalam menggelar kegiatan ini, seperti yang dilakukan oleh Boeing dengan Simposium Keselamatan. Sebab jika tidak dipungkiri bahwa masalah keselamatan merupakan tanggungjawab pabrikan sebagai pembuat armada tersebut, karenanya meraka akan merespon dengan cepat jika kita minta tolong memberikan training tentang keselamatan,” tutupnya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.