Press "Enter" to skip to content

Implementasi Manajemen Logistik, Kemenhub Aplikasikan Sitolaut

Media Social Share

SURABAYA, BISNISJAKARTA.ID – Upaya pemerintah untuk menghapus disparitas harga di daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan (3TP) terus dilakukan. Bahkan, Kemenhub meluncurkan aplikasi Sitolaut, sebuah sistem atau aplikasi yang mengimplementasikan manajemen logistik yang dapat mendistribusi logistik ke daerah-daerah di Indonesia yang dapat diawasi dan dimonitoring secara langsung pergerakannya oleh pemerintah. Demikian diungkapkan Kasubdit Angla Khusus & Usaha Jasa Terkait, DIT. LALA & ANGLA Capt. Bharto saat diskusi dengan Presstour Forwahub di Surabaya, Minggu (11/5).

Selain Capt. Bharto hadir juga narasumber dari lingkungan Otoritas Pelabuhan Tanjung Perek, antara lain Kepala Otoritas Pelabuhan Arif Toha, Kepala Bidang Lala Otoritas Pelabugab Tj Perak Nanang Afandi, Kepala bidang Keselamatan Berlayar Miftahul Hadi, Kabag Tata Usaha Disnav Yuniarto Basuki Arif, dan Kepala Pangkalan KPLP Mulyadi.

Bharto mengatakan, aplikasi Sitolaut memberikan akses atau sarana yang mudah untuk masyarakat dapat ikut berkontribusi untuk memajukan ekonomi di wilayahnya. 

Melalui aplikasi tersebut, jelas Bharto, pemerintah dapat mengkontrol dan memonitoring secara langsung untuk harga logistik, tracking kapal, dan juga stake holder yang ikut berkontribusi dalam program pemerintah memajukan logistik di Indonesia.

Bharto mengungkapkan, aplikasi ini menyediakan sistem Tracking Distribusi Logistik dari Supplier sampai Reseller yang dapat diakses oleh pengguna atau user maupun stakeholder berdasarkan hak aksesnya. Selain itu, kata dia, Sitolaut memberikan informasi tentang trayek dan jadwal kapal serta biaya pengiriman (Freight Kontainer).

Tol laut sendiri, jelas Bharto, pelaksanaan pelayanan angkutan barang di laut dari pelabuhan ke pelabuhan lainya dengan menggunakan mekanisme kewajiban pelayanan publik angkutan barang dari dan ke daerah 3TP yang memuat barang-barang kebutuhan pokok dan barang penting lainnya.

Untuk mendukung program tol laut, Bharto menjelaskan, pemerintah mengucurkan subsisi. Bentuk subsidi pemerintah adalah biaya angkutnya, dengan tujuan terwujudnya konektivitas, arus barang dan jangka panjang diharapkan menurunkan disparitas harga di Indonesia Timur. “Muaranya adalah untuk menjamin ketersediaan barang dan mengurangi disparitas harga guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” papar Bharto. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.