Press "Enter" to skip to content

Geger Susi Air Diusir, SCA Pastikan Tak Kuasai Hanggar Secara Ilegal

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Pemilik PT Smart Cakrawala Aviation (SCA), Pongky Majaya  menegaskan, pihaknya telah mengikuti regulasi yang telah ditetapkan untuk memanfaatkan hanggar pesawat di Malinau. PT Smart Cakrawala Aviation merupakan perusahaan maskapai penerbangan yang akan menggantikan Susi Air sebagai penghuni hanggar Malinau.

Pongky menyebut, saat ini pihaknya bukan dalam kondisi berseteru dengan Susi Air. Sehingga, tak mewajibkan dirinya untuk ikut terlibat, atau meminta mediasi kepada Kementerian Perhubungan sebagai regulator.

“Bagi kami, kami tidak sedang berkompetisi. Bagi kami tidak sedang mengusir atau menguasai secara ilegal hanggar tersebut. Kami tidak pernah berurusan dengan operator lain. Kami hanya berurusan dengan Pemda setempat sebagai pemilik hanggar ini,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (7/2).

Pongky mengatakan, pihaknya juga tidak bisa mengusulkan suatu mediasi antara Kemenhub dengan Pemda dan pihak operator mana pun, karena tidak sedang berseteru. “Kesan yang dibangun sepertinya kami bersiteru. Makanya saya sampaikan siapapun yang ingin menggunakan, monggo silakan, tetapi semuanya harus seizin regulator kami,” imbuh Pongky.

Masih berkaitan dengan Hanggar Malinau, Pongky menyebut pihaknya sebagai pihak yang pasif. Dan ketentuan penggunaan hanggar sepenuhnya dipegang oleh Pemerintah Daerah. “Kami pasif, kami hanya bisa mengajukan proposal, bersyukur kita diterima. Namun, sampai saat ini karena adanya proses serah terima hanggar itu yang masih terkendala, kami belum dapat menempati hanggar tersebut,” tuturnya.

Ia menuturkan, pihaknya tak ingin membangun konflik. Ia menyerahkan persoalan ini kepada Pemda Malinau untuk bisa menyelesaikannya. “Kami tidak akan membangun konflik, kami memberikan ruang yang seluas-luaanya kepada Pemda untuk menyelesaikan kewajiban Pemda dalam hal menyerahkan hanggar ini kepada kami dalam keadaan kosong dan layak,” katanya.

Pada kssempatan yang sama, Executive Staff BDO smart Aviation Jois Christine Gautama mengatakan pihaknya telah menyewa hanggar itu untuk satu tahun kedepan. “Yang kami tahu kontrak penyewaan hanggar per tahun. Kami pun punya kontrak ini hanya sampai akhir tahun 2022. Kalau memang keputusan Pemda tahun depan akan memberikan kontrak ini kepada operator lain, ya kami akan patuh. Tapi kontraknya memang 1 tahun saja,” terangnya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.