Press "Enter" to skip to content

Begini Cara Warga Mahkota Simprug Memaknai Hari Kemerdekaan

Media Social Share

MERDEKAAAAA… MERDEKAAAAA… MERDEKAAAAA, pekik khas yang membangkitkan semangat warga bangsa itu menyeruak dari hutan wisata Lubana, Sengkol – Serpong, Tangsel, Sabtu (27/8).

Ya, begitulah cara warga RT 002 RW 015 Kompleks Mahkota Simprug – Kelurahan Paninngilan Utara – Ciledug, Tangerang memaknai hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun ini. Mereka merayakan HUT Kemerdekaan selang beberapa hari kemudian lantaran mencari momen yang tepat dimana warga bisa berkumpul dan bersilaturahmi, serta pemilihan sekaligus syukuran atas terpilihnya kembali Ketua RT 002 Dr. Irfan Humaini, dan Ketua RW 015 Drs. Martono.

Berbagai aktivitas yang identik dengan perayaan Hari Kemedekaan pun digelar, setelah sebelumnya Menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Orang tua dan anak-anak larut dalam suka cita dengan permainan dan lomba berhadiah dari warga untuk warga. Keseruan warga ini menyiratkan bahwa semangat kemerdekaan itu masih mengisi relung-relung sanubari warga Perumahan Mahkota Simprug, Ciledug – Tangerang.

Master of Ceremony (MC) H. Syamsul Bahri dan Waluyo Supriyanto memulai kegiatan dengan bermacam quiz dan lomba. Salah satu lomba menyusun kalimat mendapat antusiasme warga lantaran hadiah utamanya berupa kompor gas dan kipas angin.

Irfan mengatakan, kebersamaan ini merupakan acara tasyakuran HUT RI ke-77 dan merupakan agenda tahunan di lingkungan kita, yang merupakan salah satu bentuk rasa syukur karena Allah sudah memberikan kita jalan menjadi bangsa yang merdeka. Bangsa yang terlepas dari berbagai penjajahan dari bangsa lain sehingga kita dapat bebas bekerja, berkarya, dan berkreasi seperti sekarang ini.

Apalagi setelah kita semua melewati masa sulit saat pandemi Covid-19, bahkan hingga kini masih menghantui warga dengan berbagai variannya, sepertinya kita semua telah terjajah oleh virus yang membatasi ruang gerak kita untuk menjalin silaturahmi. “Alhamdulillah, hari ini kita merdeka dan bisa menggelar silaturrahmi,” katanya.

Pada akhir acara, warga melakukan foto bersama, hiburan dengan orgen tunggal, serta ditutup dengan makan bersama.

Meski semua warga mendapat hadiah, tetapi ada beberapa warga yang merasa kecewa lantaran lomba tarik tambang sebagai cabang lomba bergengsi dan adu otot antar blok tak jadi digelar. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.