MAGETAN, BISNISJAKARTA.ID – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah perwakilan Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa), memberikan dukungan program penghijauan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dengan berpartisipasi pada kegiatan penanaman pohon bambu di Bamboo Eco Park Magetan.
Pada kegiatan penanaman yang dilaksanakan, Senin (5/2), SKK Migas dan KKKS menanam sebanyak 2.500 pohon bambu yang terdiri dari 23 spesies dari dalam dan luar negeri pada lahan seluas 3 hektar.
Dukungan SKK Migas dan KKKS pada program penanaman pohon bambu tersebut merupakan implementasi dari Rencana dan Strategi (Renstra) Indonesia Oil & Gas (IOG) 4.0 yaitu menjaga keberlanjutan lingkungan melalui program Low Carbon Initiative, salah satunya adalah penanaman pohon (reforestration).
Kegiatan penanaman pohon bambu dihadiri oleh Wakil Menteri LHK Alue Dohong, S.E., M.Sc., Ph.D, beserta jajaran, Pj Bupati Magetan Ir. Hergunadi, M.T beserta jajaran, Pjs Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Febrian Ihsan beserta jajaran serta perwakilan KKKS.
“Eco Bamboo Park Magetan ini saya kira inisiatif satu-satunya yang ada di Indonesia dengan luas lahan mencapai 18,5 hektar dan nantinya akan ditanami 103 jenis bambu, maka jika sudah terimplementasi semua maka tidak hanya turut melestarikan lingkungan tetapi juga menciptakan keteduhan”, kata Wakil Menteri LHK.
Dia menambahkan bahwa nantinya Kabupaten Magetan akan menjadi daerah di Indonesia yang memiliki satu-satunya kebun raya bambu. Menurutnya, kedepannya Eco Bamboo Park akan menjadi ikonik pariwisata baru di Magetan dan menjadi etalase bagi produk-produk unggulan di Magetan seperti jeruk.
Lebih lanjut Wamen menyampaikan bahwa keberadaan Eco Bamboo Park tidak hanya memperbaiki tutupan lahan, tetapi juga menaikkan indeks kualitas lingkungan hidup termasuk meningkatkan sumber air diwilayah ini, karena jika setiap hektar tanaman Bambooo dapat menyimpan 391 liter air, maka nantinya di Kebun Raya Bambu dapat menyimpan sekitar 7,233 liter air.
Dari aspek ekonomi, dia mengatakan bahwa tanaman bambu mirip tanaman kelapa, dimana dari ujung hingga pangkal bisa dimanfaatkan. “Tanaman Bambu ini sangat bermanfaat, karena memiliki potensi besar secara ekonomis juga ekologis, memperbaiki iklim mikro, kondisi air dan tutupan lahan”, imbuhnya.
Wamen LHK menyampaikan terima kasih kepada SKK Migas dan KKKS antara lain HCML, Saka Energi Pangkah, EMCL, Medco E&P, Pertamina, Petronas dan Kangean Energy yang telah mendukung pelaksanaan penanaman pohon bambu hari ini dan harapannya untuk dapat terus memberikan dukungan dimasa mendatang. (son)










