Press "Enter" to skip to content

Menparekraf Canangkan Pengembangan Wisata Berbasis Kesehatan di Bali

Media Social Share

DENPASAR, BISNISJAKARTA.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mencanangkan pengembangan wisata berbasis kesehatan di Bali sebagai segmen strategis yang bisa menjadi salah satu produk unggulan pariwisata di Indonesia.

Saat menghadiri Webinar Nasional “Medical Tourism Integrative Medicine for Post Covid Recovery Program and Recover Bali Tourism” yang diselenggarakan secara hybrid di Bali, Rabu (31/3), Sandiaga mengatakan akan menjadikan Bali sebagai sentra wisata berbasis kesehatan. “Bali ini akan menjadi sentra wisata medis, Bangga Buatan Indonesia berarti juga bangga berwisata medis di Indonesia,” kata Menparekraf Sandiaga.

Wisata berbasis kesehatan, dikatakan Sandiaga, dapat dikembangkan dengan basis budaya. Selain itu, pengembangan wisata tersebut dapat melibatkan berbagai pihak salah satunya desa wisata. “Wisata medis ini diharapkan bisa menjadi pilar yang kita harapkan menebar semangat di tengah-tengah pandemi. Setelah pandemi, lewat wisata medis kita menebar harapan, dan membuka peluang (lapangan kerja),” katanya.

Peluang dari sektor pariwisata ini sebenarnya telah dikembangkan sejak 2012, namun belum digarap secara maksimal. Sehingga Kemenparekraf/Baparekraf berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mengembangkan sektor wisata berbasis kesehatan ini. “Pada akhir tahun 2020, Kemenparekraf/Baparekraf bersama Kementerian Kesehatan telah melaksanakan pembaharuan dari Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama untuk mengembangkan wisata kesehatan, medis, kebugaran, dan herbal di Indonesia sebagai salah satu produk wisata unggulan Indonesia,” ujar Sandiaga.

Pengembangan wisata kesehatan merupakan langkah strategis yang ditujukan dalam rangka mendorong pergerakan wisatawan nusantara untuk memanfaatkan fasilitas dan layanan kesehatan berkualitas di dalam negeri. Serta meningkatkan jumlah wisatawan asing nantinya untuk mendapatkan layanan kesehatan di Indonesia

Selain berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait, Sandiaga menyebutkan ada beberapa langkah yang ditempuh pemerintah dan pihaknya untuk mengembangkan potensi wisata medis ini. Di antaranya pembangunan beberapa rumah sakit bertaraf Internasional di Bali. “Selain itu, kita juga akan merancang karantina dan isolasi dengan nuansa wisata. Jadi saat menjalani isolasi selama lima hingga 10 hari tersebut, wisatawan akan diajak untuk ikut yoga, belajar tarian tradisional khas Bali, dan juga menyaksikan pertunjukan seni dan gamelan,” jelas Sandiaga. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.