Press "Enter" to skip to content

Volume Ekspor Impor Bali Terganjal Aturan di Bandara Ngurah Rai

Media Social Share

DENPASAR, BISNISJAKARTA.ID – Sejumlah perusahaan kargo di Bali mencemaskan keberlangsungan dan kelancaran proses ekspor dan impor sebagai bisnis utama mereka di tengah pandemi yang sedang melanda Indonesia, terlebih lagi di Denpasar, Bali yang sedang mengalami kelesuan penerbangan internasional di Bandara Internasional Ngurah Rai.

Kesulitan pada proses rantai expor impor ditengarai sebagai akibat adanya isu perpanjangan kerjasama gudang kargo bandara Ngurah Rai yang berlaku hanya enam bulan sehingga mitra operator gudang tidak dapat mengajukan izin usaha tempat penimbunan berikat, sebagai syarat dalam  pelaksanaan aktivitas ekspor impor.

Ketua DPW ALFI/ILFA Denpasar Bali A.A. Bayu Joni Saputra mengingatkan pihak-pihak terkait, terutama  PT Angkasa Pura I selaku pengelola Badan Usaha Bandar Udara (BUBU), untuk bersikap lebih bijak di tengah kondisi saat ini.

Menurut Joni, bila tidak cepat diselesaikan, bakal mengganggu kegiatan ekspor-impor di Bali. “Kami berharap tidak ada gangguan arus barang di tengah pandemi saat ini. Harusnya ini menjadi tanggungjawab kita bersama untuk memperlancar pasok barang,” kata Joni kepada pers, Rabu (21/7).

Dikatakan, para pelaku usaha anggota ALFI di Bali  khawatir, putusnya kontrak pengelolaan  TPS dengan AP I bakal menghambat kegiatan perdagangan di kawasan Denpasar.

Kekhawatiran itu juga disampaikan sejumlah agen. Salah satunya  PT Sinar Internasional Kargo yang menyayangkan ketidakselarasan ini terjadi. “Kami sangat menyayangkan adanya potensi hambatan pada proses penanganan kargo di Bandara Ngurah Rai saat ini, karena akan menganggu kegiatan ekpor dan impor,” ujar PT Sinar Internasional Kargo di Denpasar.

Saat ini permintaan barang keluar masuk barang baik dari produsen lokal yang mengirimkan produknya ke luar negeri telah menjadi tulang punggung perekonomian lokal di Bali, setelah sektor pariwisata menerima dampak yang sangat besar dari pandemi COVID-19.

Tentu saja kejadian ini memberikan pukulan bagi para pelaku usaha logistik di bandara, terlebih lagi saat ativitas bandara sedang menurun seperti saat ini.

Seperti diketahui pengelola TPS di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali saat ini ialah PT Khrisna Multi Lintas Cemerlang (KMLC), PT.Jasa Angkasa Semesta (JAS) dan PT. Angkasa Pura Logistik (APLOG).

Pengelolaan TPS yang sudah habis masa kontraknya per 21 Juli 2021 ialah PT JAS dan KLMC berakhir pada 12 Agustus 2021. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.