Press "Enter" to skip to content

Roadshow Pegawai Baru, LPDB KUMKM Teken Sejumlah Akad Pinjaman

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. SEMARANG – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menggelar Roadshow Akad Pinjaman/Pembiayaan Dana Bergulir bagi 36 orang pegawai baru dengan mengunjungi para mitra untuk memadukan antara teori dengan praktek di lapangan.

Roadshow ini dilaksanakan di 3 (tiga) provinsi di Indonesia, yakni Jawa Barat (Kabupaten Indramayu), Jawa Tengah (Kota Semarang) dan D.I Yogyakarta (Kota Yogyakarta), 24-26 Agustus 2020.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, roadshow akad ini merupakan penutup dari seluruh rangkaian kegiatan orientasi pegawai baru. Tujuannya untuk mengenalkan sekaligus mengajarkan bagaimana proses pengikatan pinjaman/pembiayaan antara LPDB-KUMKM dengan mitranya yaitu koperasi. “Proses tersebut harus dipahami karena erat kaitannya dengan TriSukses LPDB-KUMKM yaitu, Sukses Penyaluran, Sukses Pemanfaatan dan Sukses Pengembalian”, ujar Supomo, usai acara penandatangan akad pembiayaan sebesar Rp7 miliar kepada KSPPS Artha Bahana Syariah, di Kota Semarang, Senin (24/8).

Koperasi yang diketuai oleh Subur Prabowo ini memiliki 47.246 anggota dan berlokasi di Kabupaten Pati Jawa Tengah, disetujui permohonan pinjamannya sebesar Rp7 miliar.

Produsen Tahu

Kegiatan roadshow dimulai di Provinsi Jawa Barat dengan mengunjungi Primpkopti Indramayu. Koperasi produsen tahu tempe yang berdiri tahun 1997 ini merupakan mitra LPDB-KUMKM sejak tahun 2010.

Pada tahun 2020, koperasi yang diketuai oleh Supriyadi mengajukan permohonan pinjaman ke LPDB-KUMKM dan disetujui pinjamannya sebesar Rp1 miliar. Kunjungan dilanjutkan dengan meninjau usaha produksi tahu milik UD Hellen Jaya yang merupakan UKM binaan dari Primkopti Indramayu.

Direktur Umum dan Hukum LPDB KUMKM Jaenal Aripin menekankan, jangan sampai terjadi benturan antara teori yang dimiliki pegawai yang sarjana dengan pelaku usaha para mitra yang kaya akan usia dan pengalaman di lapangan.

Jaenal menambahkan, mitra LPDB-KUMKM  adalah koperasi, jadi semestinya pegawai LPDB-KUNKM harus mengetahui dan memahami koperasi dalam prakteknya. Bagi Jaenal, jangan sampai ada gap antara teori yang dimiliki dengan praktek di lapangan. Bila bisa menyambungkan hal itu, maka akan lahir kebijakan pencairan dana bergulir sesuai peruntukkannya.

Di samping itu, lanjut Jaenal, dengan acara roadshow ini diharapkan pegawai LPDB-KUMKM memahami proses dan alur bisnis dana bergulir, dari mulai membaca dan menganalisa laporan keuangan sebuah koperasi hingga proses pencairan.

Persyaratan Dipermudah

Jaenal tidak menampik bahwa selama ini proses pengajuan dana bergulir terbilang rumit dan tidak mudah. Namun, saat ini persyaratan serta proses dana bergulir jauh lebih mudah dan cepat. “Dengan adanya Permenkop Nomor 4 Tahun 2020, persyaratan untuk mendapatkan dana bergulir jauh lebih sederhana. Yang tadinya ada 22 persyaratan yang harus dipenuhi, kini hanya tiga saja,” ungkap Jaenal.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Primkopti Indramayu H Supriyadi berharap agar LPDB-KUMKM menilai koperasi harus dari berbagai aspek, tidak dari aspek bisnis semata. “Karena, dalam prakteknya Kopti sangat berbeda dengan KSP,” kata Supriyadi.

Diakui Supriyadi bahwa proses alur dana bergulir LPDB-KUMKM jauh lebih ketat dan detail ketimbang perbankan. “Alhamdulillah, Primkopti Indramayu mampu memenuhi seluruh persyaratannya,” kata Supriyadi.

Supriyadi mengatakan bahwa Primkopti Indramayu yang berdiri sejak tahun 1997 merupakan mitra LPDB-KUMKM selama 10 tahun ini. “Kami sudah bermitra sejak LPDB-KUMKM ada dan sudah mendapat dana bergulir sebanyak empat kali dari mulai Rp200 juta hingga Rp1,4 miliar. Kini, kami juga sudah mendapat dana bergulir sebesar Rp1 miliar,” papar Supriyadi.

Sementara pemilik UD Hellen Jaya Dasuki menjelaskan bahwa usaha perajin tahu yang sudah dijalankan turun temurun sejak 1969, sempat terdampak pandemi Covid-19, terutama pada Maret hingga Mei 2020 yang hanya mampu memproduksi 2 kwintal perhari dari yang biasanya 6 kwintal.

Mulai era New Normal pada Mei 2020, produksi tahu UD Hellen Jaya mulai meningkat lagi menjadi 4 kwintal perhari. “Usaha perajin tahu tetap eksis berkat back-up kuat dari Primkopti Indramayu, terutama dalam hal suplai bahan baku kacang kedelai hingga permodalan usaha,” ucap Dasuki. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.