Press "Enter" to skip to content

Menunggu Geliat Sektor Perumahan Untuk Dongkrak Ekonomi Nasional

Media Social Share

KOLABORASI berbagai entitas keuangan dan perumahan diyakini dapat mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang saat ini menjadi fokus pemerintah untuk menggerakkan ekonomi dalam negeri. Hal ini mengingat potensi dan daya ungkit dari dua sektor tersebut sangat besar terhadap perekonomian nasional.

Sejauh ini program pemulihan ekonomi nasional merupakan bagian dari kebijakan luar biasa yang ditempuh pemerintah untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19. Terutama, dampak terhadap ekonomi yang mengalami penurunan tajam akibat virus tersebut.

Pemulihan Ekonomi Nasional juga digelontorkan untuk industri perumahan mengingat dampak lanjutan yang besar dari akselerasi di sektor tersebut. Untuk itu, sektor perumahan perlu terus melakukan terobosan dan instrumen baru karena sektor ini punya multiplier effect lebih dari 170 industri lainnya.

Harapannya, dengan upaya tersebut dapat meningkatkan permintaan dari sektor lain sehingga mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Sejauh ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menggelontorkan berbagai skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi. Di antaranya yakni Subsidi Selisih Bunga (SSB), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Skema tersebut diberikan untuk mendongkrak industri perumahan subsidi di Tanah Air.

Pemerintah juga telah memberikan berbagai stimulus untuk mendongkrak sektor perumahan. Stimulus tersebut diberikan untuk menggarap angka backlog perumahan di Indonesia, sekaligus mengakselerasi program pemulihan ekonomi nasional.

Ekosistem Perumahan

Plt. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon LP Napitupulu menjelaskan, sebagai salah satu entitas perbankan dalam ekosistem perumahan ini, adanya keberpihakan pemerintah mulai dari aturan hingga penempatan dana negara menjadi angin segar bagi pemulihan ekonomi dalam negeri.

Kredit yang dialirkan Bank BTN, tutur Nixon, juga memiliki dampak ekonomi jangka panjang. Sebab, kredit tersebut akan menjadi tempat tinggal yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tidak hanya itu, kredit yang disalurkan ke sektor perumahan pun akan memberikan multiplier effect terhadap lebih dari 170 subsektor industri lainnya.

Menurut Nixon, Bank BTN sendiri tercatat telah menerima dana negara sebesar Rp5 triliun pada medio Juni 2020. Nixon memastikan seluruh dana negara yang telah ditempatkan pemerintah tersebut telah terserap habis pada akhir Juli 2020.

Nixon mengatakan, hingga kini sektor perumahan di Tanah Air baru memberikan kontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 2,77%. Posisi tersebut jauh di bawah kontribusi properti di negara kawasan Asean lainnya yang berkisar 8%-23%. Sehingga BTN berkomitmen akan terus mendukung pengembangan sektor perumahan. Apalagi di masa pandemi ini, rumah menjadi tempat berlindung paling aman bagi masyarakat Indonesia.

Nixon mengatakan, BTN terus mendorong keterjangkauan akses perumahan bagi lebih dari enam juta masyarakat Indonesia dan membangun one stop shop financial solution untuk bisnis terkait perumahan.

Selanjutnya, BTN akan menjadi inovator digital dan home of Indonesia’s best talent serta membangun portofolio kredit yang berkualitas tinggi dan menurunkan rasio kredit macet.

“Roadmap tersebut kami susun dengan mempertimbangkan sejumlah faktor diantaranya pencapaian Bank BTN tahun 2020 dan faktor makro ekonomi diantaranya prospek pertumbuhan ekonomi yang membaik dengan tingkat pertumbuhan 5,0%-5,5% dan proyek perumahan yang akan kembali berjalan serta adanya percepatan digital disruption yang didorong oleh virtual serta stay @home lifestyle,” papar Nixon.

Program Sejuta Rumah

Faktor ekonomi makro yang dimaksud Nixon, selain pertumbuhan ekonomi yang sudah membaik, adalah suku bunga acuan BI 7 Days Repo Rate yang tetap dipertahankan pada tingkatan yang akomodatif serta sektor riil yang kembali berdetak. Hal ini akan membuat proyek pembangunan perumahan yang sebelumnya sempat tertunda khususnya perumahan segmen menengah atas akan kembali aktif, dan diharapkan lebih dari 170 sektor turunan properti dapat kembali bergairah. “Sektor properti akan menjadi salah satu motor penggerak utama Pemulihan Ekonomi Nasional dan kami mengapresiasi Pemerintah yang tetap berkomitmen mendorong dengan melanjutkan Program Sejuta Rumah dengan memberikan subsidi di sektor pembiayaan perumahan sebagai stimulus. Semoga ini juga akan mendorong kebijakan stimulus lanjutan yang akan lebih berdampak pada sektor properti yang dampaknya akan diikuti lebih dari 170 industri turunannya tersebut,” kata Nixon.

Sementara faktor pencapaian tahun 2020, menurut Nixon, merupakan prestasi yang diraih Bank BTN dengan kerja keras akan menjadi fundamental penting dalam menentukan transformasi Bank BTN tahun 2021. Bank dengan kode saham BBTN ini mencatatkan sejumlah kinerja yang diproyeksikan positif selama tahun 2020. “Tahun 2021, kami masih terus memperkuat inovasi dan digitalisasi karena target yang kami canangkan menyesuaikan visi Bank BTN. Adapun target tersebut di antaranya kredit dapat tumbuh sekitar 8 persen, DPK dapat ditingkatkan kurang lebih 10 persen sementara laba kita harapkan dapat menembus sekitar Rp3 triliun dan rasio coverage bisa menyentuh sekitar 125%,” jelas Nixon.

Inovasi yang ditekankan BTN, Nixon menambahkan, adalah  menjadi inovator digital khususnya di sektor perumahan yang saat ini masih terus dibangun perseroan melalui aplikasi mobile banking Bank BTN.

Meski solusi sudah banyak dilakukan untuk mendorong sektor properti agar terus bergerak, namun agaknya perlu diwaspadai hambatan yang mengganggu pertumbuhan sektor perumahan dan industri turunannya di Indonesia.

Ketidakpastian perekonomian global akibat perang dagang hingga dampak dari penyebaran Covid-19 yang tak berujung agaknya membuat pertumbuhan sektor ini mengalami ancaman ketidakpastian.

Meski berbagai tantangan tersebut menekan pertumbuhan industri perumahan, namun optimisme sektor perumahan dapat mendongkrak pemulihan ekonomi nasional tetap ada.

Sebab, masih banyak peluang dari sektor ini yang mampu memberikan dampak berlipat bagi ekonomi nasional. Oleh karenanya, layak kita tunggu. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.