Press "Enter" to skip to content

LPDB Kucurkan Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan Rp 10 Miliar

Media Social Share

TAKENGON, BISNISJAKARTA.ID – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mengucurkan bantuan dana bergulir kepada Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan (KBQB) – Takengon, Kabupaten Aceh Tengah – Nanggroe Aceh Darussalam sebesar Rp 10 miliar. Bantuan tersebut membangkitkan koperasi dari ancaman kematian menjadi koperasi yang berhasil mengekspor biji kopi ke berbagai negara.

Dirut LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, KBQB telah mendapatkan dua kali pinjaman dari LPDB-KUMKM sejak tahun 2011 hingga 2020 dengan rincian pinjaman pertama dicairkan pada tanggal 5 Mei 2011 sebesar Rp 2 miliar, dan pinjaman kedua sebesar Rp10 miliar yang dicairkan secara pertahap yaitu pada 31 Oktober 2019 sebesar Rp 2 miliar, dan pencairan tahap kedua pada 7 Januari 2021 sebesar Rp 8 miliar.

Ketua KBQB Rizwan Husin saat memaparkan kinerja koperasi di hadapan Menkop UKM Teten Masduki di Takengon, Kamis (17/6) mengatakan, bantuan dana bergulir telah menyelamatkan koperasi yang dipimpinnya. Ia menyebut, bantuan dana itu menjadikan KBQB sebagai salah satu koperasi pemasok biji kopi untuk gerai kopi asal Amerika Serikat.

Pada awalnya, kata Rizwan, KBQB bergerak di bidang simpan pinjam, kemudian beralih dan bergerak di bidang sektor riil yaitu bidang prosesing dan perdagangan kopi

Saat ini jumlah anggota mencapai 4.260 petani kopi organic dengan luas lahan seluas 5.590 hektar yang tersebar di dua kabupaten yaitu di Kabupaten Aceh Tengah dengan 3.064 anggota dan luas lahan 3.509 hektar, serta di Kabupaten Bener Meriah dengan 1.196 anggota yang memiliki lahan seluas 2.079 hektar.

Rizwan menjelaskan, kopi yang dihasilkan KBQB ini yaitu 100 persen dibeli dari petani, dan setelah diproses menghasilkan grade 1,85 persen dan non grade 15 persen. Untuk grade pertama seluruhnya diekspor ke Amerika Serikt dan Eropa, sedangkan non grade dijual ke pasar lokal.

Untuk pasar ekspor, jelas Rizwan, KBQB mengekspor 90 persen ke Amerika Serikat dan 10 persen ke Eropa dan negara tetangga, Australia serta negara Asia lainnya. Salah satu pasar ekspor kopi KBQB adalah Starbuck Coffee Campany yang berkantor pusat di Seattle, AS. “Starbuck merupakan pembeli terbesar di dunia, karena mereka memiliki hampir 33.000 gerai kopi,” kata Rizwan.

Ia menjelaskan, untuk dapat masuk ke pasar Starbuck biasanya koperasi eksportir harus melalui broker yang sudah dikenal oleh Starbuck. Tetapi berbeda sengan KBQB yang bisa memasok langsung ke Starbuck tanpa melalui broker dan satu-satunya koperasi di Indonesia yang dapat menjual langsung ke pasar Starbuck Coffee Internasional.

Saat ini, jelas Rizwan, Starbuck membuka gerai super ekslusif dengan nama Starbuck Reserve dimana di Indoensia hanya terdapat di Medan dan Bali. KBQB sendiri diberikan kesempatan untuk mensuplai kopi sebanyak 2.280 kg ke Yokohama – Jepang, Sanghai China sebanyak 10.500 kg, Takoma AS sebanyak 8.400 kg dan ke Humburg – Jerman sebanyak 2.820 kg.

Terkait dengan pandemi Covid-19, Rizwan menjelaskan, terjadi penurunan volume ekspor, dimana sebelumnya bisa mencapai 1.000 hingga 1.500 ton pertahun, tetapi pada tahun 2020 hanya ekspor 499.200 kg dengan nilai Rp 35,6 miliar.

Tahun ini, kata Rizwan, KBQB sudah mengekspor sebanyak 57.000 kg dengan nilai Rp 4,2 miliar. “Hari ini, kita melepas 5 kontianer dengan sebanyak 96.000 kg dengan nilai Rp 6,7 miliar,” ungkap Rizwan. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.