Press "Enter" to skip to content

Konsumsi Kopi Nasional Capai 360 Ton

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, konsumsi kopi di dalam negeri dan global, makin meningkat. Untuk itu, sangat dibutuhkan adanya sumber daya manusia (SDM) dan talenta vokasional kopi. “Angka konsumsi dalam negeri ini, dipadukan dengan konsumsi global yang terus meningkat, mengindikasikan bahwa kebutuhan akan SDM dan talenta menjadi semakin tidak terhindarkan. Hal tersebut menggarisbawahi krusialnya program pelatihan vokasional kopi,” tegas Teten dalam Talking Point Closing Program Vocational Coffee Training di Jakarta, Selasa (8/12).

Menurut Teten, kerjasama antara pemerintah dengan pelaku usaha kopi dinilai sangat tepat, untuk mencetak SDM yang unggul, khususnya dalam hal vokasional kopi.

Teten mengaku sangat antusias jika berdiskusi tentang kopi. Apalagi katanya, di Indonesia kopi sendiri memang merupakan sebuah komoditas yang sulit dipisahkan dari keseharian. Menurut MenkopUKM, saat ini produksi kopi di Indonesia terus menunjukkan tren meningkat, meski fluktuatif. Setidaknya 729 ribu ton produksi kopi Indonesia diproduksi oleh 94,5% pengusaha kopi perkebunan rakyat. “Menariknya sejumlah 335 ribu ton merupakan angka konsumsi nasional 2019 dan diprediksi mencapai hampir 50% yaitu 353,9 ribu di tahun 2020,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pademi Covid-19 berdampak pada seluruh lini, termasuk UMKM. Namun, tidak sedikit pula ada UMKM yang dapat bertahan bahkan tumbuh di tengah pandemi. Mereka yang bertahan kata Teten adalah UMKM yang melakukan inovasi dengan beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, masuk ke dalam ekosistem digital serta secara konsisten meningkatkan kualitas SDM.

Menteri Teten menegaskan, KemenkopUKM dalam upaya mempersiapkan Future SMEs, atau UMKM Masa Depan, mempersiapkan 4 pilar sebagai tahapan program yang berkelanjutan dan saling memperkuat, antara lain: peningkatan kapasitas sdm dan literasi digital dari para pelaku umkm, perbaikan proses bisnis, perluasan akses pasar dan penciptaan local heroes UMKM.

Ia menegaskan, program pelatihan vokasi ini dapat berdampak langsung kepada UMKM dan masyarakat khususnya karena sangat sejalan dengan pilar program peningkatan kapasitas SDM. “Saya percaya program pelatihan vokasi ini dapat berdampak langsung kepada UMKM dan masyarakat khususnya karena sangat sejalan dengan pilar program “Peningkatan Kapasitas SDM” yang saya sebutkan sebelumnya. Dan bukan tidak mungkin dapat dilanjutkan dengan pilar “Perbaikan Proses Bisnis” khususnya terkait aspek rumah produksi bersama/factory sharing dan korporatisasi koperasi,” katanya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.