Press "Enter" to skip to content

Ketua AAEI : Harga Saham BRIS Bisa Capai Rp 2.800

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Edwin Sebayang menilai harga saham Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS) saat ini belum mahal, karena perhitungannya harga wajar BRIS setelah merger sekitar Rp 1.900-an. Demikian dikatakan Edwin menanggapi fenomena anjloknya saham BRIS di Jakarta, Sabtu (24/10).

Menurut Edwin, kejatuhan saham BRIS saat ini adalah suatu opportunity atau kesempatan untuk melakukan pembelian saham tersebut, karena ke depan saham BRIS bisa mencapai minimal Rp 2.800-an. “Saya optimis kedepannya saham BRIS bisa mencapai minimal Rp 2.800-an,” ujar Edwin.

Edwin mencontohkan, Bank Mandiri yang merupakan bank hasil merger empat bank, yakni Bank Exim, Bank Bumi Daya, Bapindo, dan Bank Dagang Negara pada tahun 1999, dimana saat masuk bursa dan mulai mencatatkan sahamnya di bursa efek pada 2003, harga sahamnya hanya Rp 675 per saham. Sekarang, harga saham BMRI sudah mencapai Rp 5.525.

Sebelumnya, harga saham BRI Syariah yang sempat melonjak empat kali lipat dalam kurun hampir empat bulan terakhir, mendadak anjlok pasca-pengumuman skema merger bank syariah BUMN.

Jika 1 Juli lalu harga saham BRIS masih bertengger di level Rp 306 per saham. Harga sahamnya terus naik hingga Rp 1.500 pada 20 Oktober 2020. Artinya, dalam kurun waktu kurang empat bulan, harga saham bank ini melonjak empat kali lipat.

Namun, dalam beberapa hari terakhir ini harga sahamnya turun cepat hingga 13,3%. Bahkan, karena dalamnya penurunan tersebut, saham BRIS terkena aturan Auto Rejection Bawah (ARB) pada perdagangan, Rabu (21/10) lalu.

Reli saham BRIS disebabkan sentimen positif dari pemerintah yang akan menggabungkan (merger) anak-anak usaha syariah bank pelat merah. Apalagi dalam merger ini BRIS menjadi entitas penerima, yang berarti BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri akan melebur ke BRIS.

Namun, sentimen positif ini seketika luntur setelah BRIS mengumumkan skema merger dalam prospektusnya, Selasa (21/10). Imbas dari penyampaian prospektus tersebut, saham BRIS langsung anjlok 7% ke Rp 1.300 per saham. (son)

 

 

 

Mission News Theme by Compete Themes.