Press "Enter" to skip to content

KemenkopUKM-Kementerian PPPA Berkomitmen Perkuat Kopwan Garut

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) serta Pemkab Garut berkomitmen menperkuat koperasi wanita (Kopwan) di Garut untuk terus berkembang. Di saat pandemi seperti saat ini terbukti peran perempuan justru menjadi hal terpenting dalam menjaga perekonomian keluarga, karena banyak para kepala keluarga yang nganggur akibat di-PHK atau dirumahkan.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully Indrawan mengatakan, peran perempuan tidak bisa dianggap sepele. Oleh sebab itu penguatan peran serta perempuan dalam wadah Kopwan perlu dilakukan agar semakin memiliki daya saing atau minimal bisa bertahan di saat krisis akibat pandemi. Diakuinya bahwa dari sekian banyak koperasi, rata-rata Kopwan yang justru eksis di tengah krisis sekalipun. “Jadi wanita – wanita yang tergabung di koperasi ini kita harapkan jadi pelaku usaha yang tangguh,” ujar Prof. Rully saat membuka acara FGD Kampung Koperasi Menuju Modernisasi Koperasi di Garut, Jumat (9/10).

Prof. Rully menambahkan bahwa untuk mewujudkan koperasi – koperasi yang tangguh khususnya bagi Kopwan, pemerintah pusat tidak akan tinggal diam. Melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder dipastikan pemerintah siap memberikan dukungan baik berupa pendampingan usaha, pelatihan peningkatan SDM khususnya terkait digitalisasi koperasi hingga pembiayaan. Menurutnya saat ini sudah banyak lembaga pembiayaan baik swasta atau Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian/Lembaga seperti Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang komitmen memberikan dukungan pembiayaan khusus bagi koperasi.

Dijelaskan bahwa dalam UU Cipta Kerja yang disahkan belum lama ini termuat berbagai aturan yang memudahkan bagi pelaku UMKM dan koperasi. Dalam klaster koperasi dan UMKM dipastikan perizinan usaha menjadi lebih mudah. Sementara di klaster koperasi saat ini aturannya lebih ringkas karena syarat mendirikan koperasi hanya cukup sembilan orang saja.

Sementara itu Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, mengatakan bahwa kekuatan UMKM di Indonesia separuhnya berada di tangan pelaku usaha wanita. Oleh sebab itu peran perempuan sangat vital bagi perekonomian nasional sebab 97 persen usaha di Indonesia berasal dari UMKM dan 50 persen dari UMKM itu dikelola atau melibatkan peran serta perempuan.

Terkait dengan penguatan koperasi, pihaknya mendorong agar kopwan di Garut dan umumnya di Jawa Barat bisa meningkatkan kapasitasnya dengan memanfaatkan teknologi digital. Sebab di saat pandemi seperti saat ini kekuatan ekonomi digital justru meningkat drastis. Oleh sebab itu koperasi dan UMKM juga harus mengadopsi teknologi dalam bisnis prosesnya.

Di tempat yang sama Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menambahkan, jumlah koperasi di Garut sebanyak 1.500 unit. Dari jumlah itu sebanyak 890 unit koperasi dinyatakan aktif. Sementara untuk jumlah UMKM meningkat dari 51 ribu unit menjadi 130 ribu unit. Menurutnya Hilmi wabah covid-19 sempat membuat pelaku koperasi dan UMKM di Garut sempat drop, namun kini perlahan mulai bangkit karena adanya sinergi lintas sektoral untuk membangun sektor unggulan yaitu pertanian dan pariwisata. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.