Press "Enter" to skip to content

Kejar Taget 3 Juta Rumah, Pemerintah Didorong Gunakan Artificial Intelligence

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan tiga juta rumah rakyat sebagai upaya besar menutup backlog perumahan nasional yang kini mencapai 15 juta unit. Namun, target ambisius ini dinilai tidak akan tercapai tanpa lompatan sistemik berbasis teknologi.

Platform kolaborasi teknologi TechFusion Alliance menegaskan pentingnya integrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga penyaluran pembiayaan. Menurut mereka, pendekatan konvensional tidak lagi memadai untuk menjawab kompleksitas persoalan perumahan di Indonesia. “Backlog perumahan sudah puluhan tahun. Tanpa pendekatan baru, target 3 juta rumah hanya jadi angka di atas kertas. AI adalah alat untuk merombak cara kita merencanakan, membangun, membiayai, dan mendistribusikan rumah bagi rakyat,” ujar Tuhu Nugraha, Chairman & Founder TechFusion Alliance.

Teknologi AI, menurut Tuhu, dapat digunakan untuk pemetaan strategis lokasi berbasis geospasial, menghitung kebutuhan rumah di tiap wilayah, memverifikasi data penerima manfaat, hingga mengawasi proyek pembangunan secara real-time dengan teknologi computer vision dan IoT.

Deddy H. Pakpahan, Co-Founder TechFusion Alliance dan founder digitalbank.id, menambahkan, AI memiliki kekuatan prediktif yang mampu mengantisipasi keterlambatan proyek, kelangkaan bahan bangunan, bahkan potensi penyimpangan dana. “Dana FLPP itu terbatas, tapi sering bocor di lapangan. AI bisa membantu mendeteksi dan mencegah penyelewengan anggaran sejak dini,” kata Deddy.

BTN dan BP Tapera Perlu Percepat Reformasi Digital

Dalam ekosistem pembiayaan, TechFusion menyebut Bank BTN sebagai aktor kunci yang perlu mempercepat transformasi digital. AI dinilai dapat menyusun profil risiko debitur secara lebih akurat, mempercepat proses persetujuan KPR, dan bahkan menyesuaikan produk pembiayaan berdasarkan perilaku digital nasabah.

Sementara itu, BP Tapera diharapkan tidak hanya menjadi penyalur dana, tetapi juga pusat kendali strategi perumahan nasional. Dengan mengolah data peserta, penyaluran, dan kebutuhan lokal secara cerdas, Tapera bisa menghasilkan peta backlog dinamis dan simulasi pembiayaan berbasis AI. TechFusion bahkan menawarkan kolaborasi membangun Tapera Smart Dashboard, sistem pemetaan real-time untuk kebutuhan dan penyebaran rumah nasional.

Tidak hanya lembaga negara, asosiasi pengembang seperti REI, Apersi, dan Himppera juga didorong untuk bertransformasi menjadi smart developer. Dalam ekosistem baru, AI dapat digunakan untuk menilai potensi pasar, merancang desain rumah sesuai preferensi lokal, hingga mengelola proyek berbasis data.

Sebagai langkah konkret, TechFusion telah mengembangkan AI-based Property Intelligence Platform untuk keperluan riset, perencanaan, dan monitoring proyek. Mereka juga tengah menyiapkan Digital Housing Command Center, pusat kendali nasional berbasis AI yang akan mengintegrasikan data dari kontraktor, pemerintah daerah, BTN, BP Tapera, hingga OJK. “Lewat sistem ini, pemerintah bisa tahu proyek mana yang macet, wilayah mana yang backlog-nya tinggi, dan kelompok mana yang belum tersentuh KPR,” ungkap Deddy.

AI untuk Akses Keadilan Perumahan

Selain efisiensi dan pengawasan, TechFusion juga sedang menjajaki kerja sama dengan Bappenas, OJK, dan perbankan untuk mengintegrasikan sistem scoring kredit berbasis AI. Skema ini akan membantu kelompok pekerja informal, UMKM, dan gig worker mendapatkan akses KPR tanpa harus memenuhi persyaratan dokumen konvensional yang selama ini jadi hambatan.

Bagi TechFusion, program 3 juta rumah harus menjadi lebih dari sekadar proyek pembangunan fisik. Ini adalah momentum untuk melakukan transformasi mendalam dalam tata kelola perumahan berbasis keadilan data, transparansi, dan efisiensi. “Kami tidak sedang bicara soal masa depan yang jauh. Ini saatnya AI menjadi alat pemberdayaan. Kami ingin memastikan bahwa setiap rumah yang dibangun juga menyentuh sistem dan masyarakat secara adil, cerdas, dan berkelanjutan,” tutup Tuhu. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.