Press "Enter" to skip to content

Jokowi Diminta Sederhanakan Izin Ekspor Sarang Burung Walet

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID. – Demi meningkatkan ekspor nasional, khususya ekspor sarang burung wallet (SBW),  Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN) meminta Pemerintah untuk segera mengeluarkan kebijkan yang setara (Equel Treatment) terhadap  eksportir SBW nasional.

Kebijakan setara yang dimaksud adalah regulasi ekspor SBW ke China dimana Pemerintah seharusnya memberikan kemudahan kepada pelaku usaha Indonesia. “Saat ini, regulasi ekspor SBW belum friendly terhadap eksportir nasional,” kata Dewan Pembina  Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN) Benny Hutapea.

Regulasi ekspor SBW hingga kini masih mempersulit pelaku usaha untuk menjual produknya dengan jalan ekspor meskipun Indonesia merupakan sentra komoditas sarang burung wallet dunia karena mampu memproduksi tidak kurang dari 80% sarang burung walet dunia.

Ia mengakui belum  mengetahui secara pasti apakah regulasi yang belum friendly itu murni diciptakan pemerintah atau  ada agenda  asing yang dimasukkan di dalamnya sehingga membuat para  pelaku usaha SBW Indonesia semakin terpuruk.

Benny sangat mengapresiasi capaian kerja  pemerintah khususnya kebijakan Presiden Jokowi yang dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan perlunya peningkatan produk ekspor keluar negeri dengan menyederhanakan regulasi. Keinginan Presiden ini

seharusnya disambut dan dijalankan oleh seluruh jajarannya terutama kementerian teknis.

Salah satu kesulitan pelaku usaha di dalam mengekspor SBW adalah  adanya kewajiban dimana eksportir SBW harus teregistrasi dengan teknis otoritas karantina china ’General Administration Of Customs China (GACC)  dan memiliki sertifikat ekspor sebagai eksportir terdaftar (ET-SBW). “Ini yang menjadi substansi persoalan kami,” katanya.

Sebagai eksportir baru yang sudah mendaftar dan menjalankan teknis persyaratan dari Barantan sejak 2018-sampai 2021, belum ada satupun izin yang lolos guna merelisasikan ekspor SBW  Ke China. “PPSWN berharap pemerintah membuat terobosan  untuk mempermudah ekspor SBW ke China,” katanya.

Dia  menambahkan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi  Indonesia adalah berasal dari sumber kekayaan alam dan perdagangan sehingga demi menyelamatkan perdagangan Indonesia, PPSWN meminta pemerintah menerapkan perlakuan yang setara terhadap kegiatan ekspor  SBW ke China.

“Kami jugamendorong pemerintah untuk melakukan diplomasi perdagangan dengan China supaya peroalan ini bisa diselesaikan sedini mungkin  sehingga para pelaku usaha SBW yang sudah mendaftar lolos  dan segera melaksanakan ekspor SBW,” ujarnya.

Sinerjitas kebijakan antar Kementerian diharapkan dapat membantu mengatasi kendala ekspor SBW ke China. “Jangan hanya melihat soal  teknis persyaratan yang menurut kami tidak rasional dari negara tujuan ekspor, tetapi perjuangkanlah kepentingan kami demi ekspor nasional yang meningkat,” katanya.

Seharusnya, katanya, seluruh kementerian terkait saling bahu membahu menjalankan apa yang disampaikan Presiden Jokowi terkait kepentingan Nasional terhadap komoditas ekspor Indonesia dengan tidak mempersulit eksportir SBW dan menyelesaikan persoalan dihadapi eksportir dengan secepat-cepatnya sehingga Presiden Jokowi tidak  bekerja sendirian.

PPSWN meminta agar pemerintah dapat membantu menerbitkan  Sertifikat Eebagai Eksportir Terdaftar (ET-SBW) kepada pelaku eksportir baru, khususnya eksportir SBW, yang terintegrasi dengan  ‘’General Administration Of Customs China (GACC)’’ sehingga saat SBW telah diperiksa Karantina RI, tidak perlu diperiksa kembali  oleh GACC.

“Regulasi ekspor  harus berpihak kepada seluruh eksportir SBW dan kepentingan nasional yang lebih besar, bukan untuk kepentingan segilintir  atau sekelompok tertentu, apalagi kepentingan asing,” katanya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.