Press "Enter" to skip to content

Jaga Ketahanan Pangan, BNI Dukung Pembentukan Lumbung Pangan

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. BABEL – Untuk menghadapi ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19, dibutuhkan kerjasama antara berbagai pemangku kepentingan. Kerjasama ini diwujudkan antara lain melalui kolaborasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) dengan fokus pada pembentukan lumbung pangan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat kunker di Babel mengatakan, pemerintah menaruh harapan besar pada sektor pertanian sebagai sektor yang masih dapat tumbuh melewati Pandemi Covid-19.

Mentan juga optimis bahwa sektor pertanian juga mampu berkontribusi pada aktivitas ekspor. Hal itu dapat dilakukan dengan dukungan semua pihak termasuk sektor perbankan dalam menyalurkan KUR ke sektor pertanian.

Dengan bunga yang murah, syaratnya mudah, dan cara pembayarannya melalui skema sederhana, jelas Mentan, KUR dapat memberi manfaat bagi petani khususnya untuk meningkatkan produktifitas pertanian.

Harapannya dari skala ekonomi, petani dapat merasakan pendapatan yang lebih besar. “Pemerintah mendorong agar penyaluran KUR dapat dimaksimalkan agar petani-petani di penjuru tanah air dapat sejahtera dari usaha tani yang dijalankan,” sambungnya.

Secara terpisah, Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengungkapkan, pada masa pandemi, ketika hampir semua sektor terdampak, sektor pertanian muncul sebagai pemenang dan tetap membukukan pertumbuhan positif termasuk komoditas ekspornya. Oleh karena itu, BNI kian aktif berkontribusi di sektor pertanian sesuai peran dan tanggung jawab yang ada.

Peran BNI tersebut terlihat dari angka ekspansi KUR di sektor pertanian yang terus meningkat, termasuk di saat pandemi. Khusus untuk Provinsi Bangka Belitung, KUR sektor pertanian telah tersalurkan sebanyak Rp 20,9 miliar kepada 168 debitur. Sedangkan secara nasional dari Januari hingga 31 Juli 2020, KUR sektor pertanian BNI telah tersalurkan sebanyak Rp 2,73 triliun kepada 86.992 debitur.

Herry juga menyampaikan, BNI mendukung pertumbuhan sektor pertanian, salah satunya dengan percepatan penyaluran KUR sektor pertanian.

Selain menggunakan klaster-klaster pada semua komoditas sektor pertanian, optimalisasi Agen 46 untuk menyalurkan pupuk, menggandeng startup untuk smartfarming, BNI juga terus berinovasi melalui pembiayaan digital, antara lain melalui aplikasi BNI Move Agriculture. “BNI MOVE Agriculture hadir untuk menjawab kebutuhan dan permintaan pasar, khususnya petani (UMKM) yang selaras dengan program DigiKU dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang digaungkan pemerintah,” pungkas Herry.

BNI MOVE Agriculture dihadirkan sebagai solusi pembiayaan sektor pertanian dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari program pemulihan ekonomi yang mampu menggerakkan simpul-simpul pertumbuhan ekonomi negara. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.