Press "Enter" to skip to content

Indonesia Impor 27 Ton Vanili dari Papua Nugini

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo (YIA), salah satu bandara kelolaan PT Angkasa Pura I melayani kedatangan pesawat kargo charter Air Niugini dari Port Moresby, Papua Nugini, yang membawa vanili, 29 Agustus 2021.

Kargo seberat 27,1 ton vanili tersebut dikirim oleh Intac Vanilla Niuginia Ltd. untuk perusahaan Indonesia berlokasi di Klaten, yaitu PT Agri Spice Indonesia. Pesawat kargo Air Nuigini dengan nomor penerbangan PX9050/ PX9051 tersebut mendarat pukul 10.12 WIB dan kembali lepas landar menuju Port Moresby pada 13.20 WIB, Minggu 29 Agustus 2021. “Keberadaan YIA di Kulon Progo yang memiliki spesifikasi landas pacu dan _apron_ terbaik dan dapat memfasilitasi pendaratan pesawat terbesar juga terberat, membuat YIA menjadi alternatif pintu gerbang ekpor dan impor dari dan menuju wilayah Jawa bagian Selatan. Pengusaha daerah, khususnya pengusaha di daerah Jawa bagian Selatan, tidak perlu jauh-jauh melakukan ekspor atau impor melalui bandara di Jakarta sehingga dapat mengurangi biaya logistik atau transportasi. Oleh karena itu, keberadaan YIA sangat mendukung pengembangan perekonomian daerah, khususnya Jawa bagian selatan,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Kelancaran pelayanan terhadap operasional pesawat kargo Air Niugini di YIA tersebut, lanjut Faik Fahmi, juga didukung dengan kesiapan personel pendukung, baik di sisi udara maupun di sisi darat; penanganan proses pemeriksaan kargo; hingga proses labelling security, customs check, dan penempatan barang kargo di area steril yang dilakukan secara baik dan benar.

Sebelumnya, YIA juga telah melayani beberapa kali penerbangan kargo ekspor yang menggunakan pesawat kargo charter terbesar kedua di dunia, Antonov AN124-100, di mana masing-masing penerbangan membawa 62 ton komoditas wire harness pada awal dan akhir Maret 2021 lalu. Pada Juni 2021, YIA juga telah melayani penerbangan kargo Air Niugini dari Papua Nugini yang juga membawa komoditas vanili seberat 20 ton.  Selain itu, YIA telah melayani clearance bea dan cukai untuk komoditi ekspor kargo ke beberapa negara seperti Korea Selatan, Jepang, Australia (Melbourne dan Sydney), Taiwan, Hongkong, Thailand, dan Singapura. Ekspor kargo tersebut membawa berbagai jenis komoditas, seperti sarung tangan, bahan kulit, kain rajut, kulit domba, biji vanili, ikan segar, kumbang, cat, dan salak segar.

Sebagai informasi, YIA memiliki dua terminal kargo yaitu domestik dan internasional, dengan luas 3.546 meter persegi dan daya tampung hingga 390 ton untuk kargo domestik, serta 2.304 meter persegi dengan daya tampung 250 ton untuk kargo internasional. YIA memiliki peran untuk mendukung kelancaran arus kargo udara di wilayah Yogyakarta dan Jawa bagian selatan. Dengan kapasitas terminal kargo yang besar, YIA dapat berkontribusi untuk mendukung pertumbuhan arus kargo melalui ekspor dan impor. Yogyakarta memiliki potensi komoditas ekspor berupa pertanian pangan, sayuran, buah-buahan; juga komoditas perkebunan, peternakan, perikanan, dan industri. Saat ini rata-rata per hari kargo yang telah dilayani melalui YIA adalah 24,4 ton untuk kargo domestik dan internasional. Pada 2020 lalu, YIA melayani trafik kargo sebesar 6.571.102 kg. Sejak Januari hingga Juli 2021, YIA telah melayani 5.184.044 kg barang kargo. “Kami optimis dengan peluang pertumbuhan kargo di YIA ke depan. Yogyakarta memiliki banyak pelaku usaha eksportir dan importir yang dapat bekerja sama untuk memanfaatkan fasilitas kargo melalui Bandara Internasional Yogyakarta,” ujar Faik Fahmi. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.