Press "Enter" to skip to content

Holding BUMN Lebih Banyak Mudharatnya

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Kementerian Bandan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mematangkan rencana penggabungan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Pegadaian, dan PT Pemodalan Nasional Madani (PNM) menjadi ekosistem ultra mikro. “Wacana melakukan merger BRI, PNM dan Pegadaian lebih banyak mudharat daripada manfaatnya, dan oleh karena itu seharusnya tidak dilanjutkan,” kata pengamat kebijakan publik dari Core Indonesia Piter Abdullah Redjalam dalam webinar “Dibalik Rencana Merger BRI-Pegadaian : “Ketika Kultur yang Berbeda Terancam” Kamis (8/4).

Ia mengatakan, merger adalah proses difusi atau penggabungan dua perseroan atau lebih dengan salah satu di antaranya tetap berdiri dengan nama perseroannya sementara yang lain lenyap dengan segala nama dan kekayaannya dimasukan dalam perseroan yang tetap berdiri tersebut dengan atas dasar hukum.

Piter menjelaskan, BRI, PNM dan Pegadaian adalah BUMN yang memiliki peran dalam pengembangan UMKM di Indonesia. “Masing-masing memiliki keunikan dan target nasabah yang berbeda,” paparnya.

Merger ketiganya, kata Piter, akan menghilangkan fungsi satu atau dua lembaga. Sementara lembaga-lembaga tersebut sesungguhnya dibutuhkan oleh perekonomian terutama dalam rangka pengembangan UMKM.

Sementara itu, anggota Fraksi Partai Keadailan Sejahtera (PKS) DPR RI Anis Byarwati mengatakan, idealnya Holding, apalagi bagi perusahaan milik negara, harus memiliki kajian ilmiah yang mendalam, strategis, dan selaras dengan filosofi bernegara.

Holding, tegas anggota KoMisi XI DPR ini, seharusnya tidak hanya sebatas aksi korporasi untuk menambah modal BUMN induk dan meningkatkan kapasitas pendanaan atau menambah porsi utang.

Yang harus diperhatiakan, jelas Anis, harus dipetakan antara BUMN yang sehat dan tidak efisien. BUMN yang sehat dan berefek positif pada pertumbuhan ekonomi dan penyerapan kerja jangan sampai diindukkan dengan BUMN yang tidak efisien.

Anis mengungkapkan, PT Pegadaian sendiri  sudah berusia 119 tahun, dan Pegadaian merupakan salah satu dari 10 BUMN penyumbang deviden terbesar untuk Negara, dengan aset sehat memiliki rating Perusahaan AAA.

Ia menambahkan, UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia. UMKM berkontribusi sebesar 60,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) serta 97,2 persen penyerapan tenaga kerja.

Mayoritas UMKM di Indonesia, kata Anis, merupakan usaha mikro dan informal, maka solusi utama dan prioritas adalah pendampingan untuk mendorong peningkatan kapasitas UMKM. “Maka, Holding bukan jawaban untuk kemajuan UMKM,” tegasnya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.