Press "Enter" to skip to content

HBDI, Opsi Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengharapkan, Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) menjadi momentum kebangkitan Industri Pariwisata dan Industri Ritel Indonesia, seiring dengan berjalannya program Vaksinasi Covid-19. HBDI yang digelar sepanjang bulan Agustus, bertepatan dengan momen perayaan Hari UMKM Nasional, 12 Agustus 2021. Hal tersebut dikatakan Teten pada Pencanangan Vaksinasi Covid-19 untuk Penyandang Disabilitas dan Kick Off HBDI 2021 di Jakarta, Jumat (9/7).

Hadir Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah, dan Ketua panitia Hari Belanja Diskon Indonesia 2021 Fetty Kwartati.

Teten mengapresiasi Menteri Perdagangan yang telah berkomitmen mengawal UMKM lokal, peritel untuk dapat mengoptimalkan sepenuhnya Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang konsisten berinovasi dalam memajukan pelaku usaha di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

MenKopUKM mengajak masyarakat luas untuk berbelanja di program HBDI. Menurutnya, belanja sekarang ini bagian dari ibadah serta dapat menghidupkan kegiatan ekonomi masyarakat. “Ayo belanjakan terutama kepada produk-produk lokal supaya ekonomi kita gerak. Saatnya kita semua berupaya membangkitkan ekonomi nasional,” kata Teten.

Menurutnya, berdasarkan data statistik, jumlah peritel, brand dan pusat perbelanjaan yang berpartisipasi di HBDI terus meningkat setiap tahunnya. Ia menjelaskan, dalam 4 tahun jumlah peritel yang ikut serta tumbuh hampir 2 kali lipat, diikuti oleh total 500 brand berpartisipasi, serta pada tahun lalu melibatkan 375 pusat perbelanjaan di 91 kota. Bahkan, katanya, nilai transaksi HBDI 2019 sebesar Rp20 triliun dan meningkat menjadi Rp22.5 triliun di tahun 2020. “Tren baik tersebut tentu juga harapannya dapat memberikan dampak positif dari sisi transaksi yang meningkat bagi peritel dan UMKM Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Teten mengharapkan HBDI juga dapat menjadi lokomotif transformasi digital UMKM unggulan Indonesia serta membuka akses UMKM ke rantai pasok industri besar. Menurutnya, bagi UMKM, transformasi digital memungkinkan akses ke pasar yang lebih luas, membenahi proses bisnis agar lebih efektif dan efisien, tata kelola usaha, serta SDM yang lebih teratur, hingga akses pembiayaan. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.