Press "Enter" to skip to content

Gerakkan Ekonomi Daerah, Pemda Diminta Optimalkan Kapal Tol Laut

Media Social Share

SURABAYA, BISNISJAKARTA.ID – Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Perak Arif Toha mengatakan, Pelabuhan Tanjung Perak merupakan salah satu hub atau pelabuhan pangkal tol laut yang cukup besar. Dari 30 trayek tol laut yang ada tahun 2021, ada 16 trayek berangkat dari Surabaya. Ke depannya, program tol laut ini akan terus dioptimalkan untuk kebaikan bangsa dan negara.

Untuk meningkatkan muatan balik kapal tol laut, OP Taniung Perak akan menggelar Tol Laut Expo. Event in akan mempertemukan para pembeli atau eksportir asal Surabaya dengan pelaku usaha serta Pemda terkait di beberapa daerah yang menjadi tujuan kapal tol laut. “Event itu, diharapkan bisa menjadi komunikasi dua arah dan saling menguntungkan. Para buyer di Tanjung Perak bisa langsung menyampaikan apa komoditas yang dibutuhkan dan dicari para pembeli di pasar ekspor. Sebaliknya, Pemda dan produsen di daerah bisa menawarkan berbagai produk unggulan daerahnya, dan bisa memanfaatkan kapal tol laut untuk mengangkut dagangannya ke Tanjung Perak Surabaya,” kata Arif.

Event Tol Laut Expo ini belum pernah diadakan sebelumnya. Dan diharapkan bisa segera digelar, agar memberikan dampak posiif sesuai harapan. Sehingga Kapal tol laut yang dioperasikan dengan subsidi dari APBN bisa dimanfaatkan secara optimal. “Bukan hanya membawa bahan pokok dan penting (bapkokting) dari Jawa ke daerah. Sebaliknya, muatan balik kapal tol laut bisa dimanfaatkan secara optimal,”  jelas Arif.

Harus diakui, menurut dia, belum semua Pemda atau pelaku usaha di daerah memanfaatkan kapal tol laut secara optimal. Buktinya, muatan balik kapal-kapal tol laut belum semua terisi optimal. “Untuk trayek tol laut ke Morotai Maluku Utara kapal tol laut dimanfaatkan optimal. Muatan balik kapal tol laut lebih besar dibanding muatan berangkat. Ini yang perlu ditiru Pemda lain di Indonesia,” papar Arif.

Sementara, banyak Pemda termasuk pelaku usaha di daerah banyak yang belum memanfaatkan kapal tol laut ini. Hal itu bisa dilihat dari volume muatan balik kapal tol laut yang masih rendah. Kapal tol laut   yang berpangkalan di Surabaya ada beberapa yang kembalinya kosong dan tak membawa muatan sama sekali. “Padahal, biaya pelayaran atau fright kapal tol laut dikasih diskon 50%. Jika dibandingkan dengan kapal komersial, maka akan sangat menguntungkan bagi pelaku usaha dan Pemuda di daerah asal,”  kilah Arif.

Surabaya Pelabuhan Pangkal

Menurut Arif Toha, Trayek kapal tol laut itu melayani beberapa rute, seperti Surabaya-Makassar sampai Bitung dan Tahuna, Surabaya- Makassar- Ambon- Maluku Utara. Selain itu, kapal tol laut tujuan NTT dan Merauke Papua dan sebagian Papua Barat juga berangkat dari Surabaya.

Menurut Arif Toha, daerah Jawa Timur merupakan daerah penghasil aneka  kebutuhan pokok termasuk beras yang diirim ke berbagi daerah di KTI. Demikian juga berbagai produk industri baik makanan atau bahan bangunan juga dihasilkan dari daerah awa Timur.

Sementara, dari KTI komoditas yang dikirim melalui arus balik kapal tol laut terutama produk ikan laut, rumput laut, hasl laut serta bahan tabang. Sementara, khusus beras asal KTI dikirim dari Merauke. “Untuk beras dari Merauke, ada yang dikir dari Merauke. Beras tersebut selanjtnya dikapalkan me daerah Kalimantan untuk kebutuhan konsumen disana,” terang. Arif.

Ke depan, tambah Arif Toha, program tol laut harus terus dioptimalkan. Jangan hanya menguntungkan sepihak. Tapi, Pemda dan pelaku usaha di daerah harus terus didorong untuk bisa menggerakkan ekonomi di daerahnya. “Dengan begitu, program tol laut yang dibiayai dengan dana APBN bisa memberikan dampak yang optimal di daerah 3TP,” tegas Arif Toha. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.