Press "Enter" to skip to content

BP Tapera, Bukti Hadirnya Negara di Tengah Kesulitan Masyarakat Miliki Rumah

Media Social Share

PEMERINTAH bertekad bahwa setiap Warga Negara Indonesia memiliki rumah guna mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera. Berbagai program terus dimunculkan untuk mepercepat pemenuhan kebutuhan primer masyarakat ini, diantaranya membentuk Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), lembaga yang diharapakan mampu mengakselerasikan pemenuhan kebutuhan akan perumahan bagi masyarakat.

BP Tapera sebagai pengelola program tabungan perumahan rakyat hadir untuk menjadi solusi terhadap penyediaan dana murah jangka panjang yang berkelanjutan dalam rangka pembiayaan perumahan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang berpenghasilan rendah.

Dengan mengusung azas gotong royong, segmennya adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan penghasilan sekitar Rp 4 juta-an. Opsi ini juga bagian dari upaya pemerintah mendukung program Sejuta Rumah.

Program Sejuta Rumah diyakini sangat efektif dalam membantu masyarakat memiliki hunian idaman, apalagi di tengah pandemi Covid-19, dimana masyarakat membutuhkan tempat tinggal yang layak huni, nyaman, dan aman.

Sejatinya, Program Sejuta Rumah ini adalah wujud nyata bahwa negara hadir untuk masyarakat agar dapat memiliki dan tinggal di rumah yang layak huni. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, rumah menjadi salah satu elemen penting bagi masyarakat untuk melakukan aktifitas sehari-hari bersama keluarganya.

Apalagi pada masa pandemi ini, sekitar 80 persen lebih aktifitas masyarakat dilakukan di rumahnya masing-masing.

Selain itu, adanya kebijakan jaga jarak serta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah tentunya membuat mobilitas masyarakat berkurang. Hal ini membuat pemerintah lebih bersemangat dalam melaksanakan program Sejuta Rumah.

Realitas tersebut menjadikan rumah kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal tapi juga sebagai tempat kerja, kantor, tempat belajar anak dan beribadah. Rumah menjadi sangat penting untuk masyarakat.

Oleh karena itu, hadirnya BP Tapera diyakini dapat membantu mengurangi backlog serta mempercepat capaian program Sejuta Rumah yang menjadi program andalan Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Akselerasi mengenai kepemilikan rumah ini direspon cepat BP Tapera. Sejauh ini, BP Tapera sudah berkomitmen dan siap membiayai 51.000 unit rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Komisioner BP Tapera Adi Setianto mengatakan, fokus awal kepesertaan BP Tapera adalah untuk melayani ASN terutama peserta eks Bapertarum-PNS. Kedepannya, BP Tapera akan memperluas segmen kepesertaan kepada BUMN/BUMD/BUMDes, TNI/Polri, Pekerja Mandiri, dan Pekerja Swasta.

Dari jumlah tersebut, Adi berharap pada semester pertama tahun ini akan terealisasi sebanyak 11.000 unit rumah. “Berbagai persiapan teknis serta operasional telah dilakukan oleh BP Tapera dalam upaya memenuhi target tersebut,’’ ungkapan.

Adi mengakui, untuk merealisasikan target tersebut bukan tanpa tantangan. Tantangan yang dihadapi BP Tapera dalam menyalurkan pembiayaan perumahan ini adalah keterbatasan stok yang sesuai dengan kriteria rumah yang dapat dibiayai BP Tapera “Initial Project ini, selain dengan Perumnas, kami juga akan berkolaborasi dengan mitra pengembang BTN dalam menyediakan perumahan yang layak huni kepada para peserta,” paparnya.

Ia memaparkan, dalam penyediaan perumahan ada empat isu strategis yang selama ini menjadi tantangan. Pertama adalah affordability, yakni harga rumah yang terus meningkat dan semakin tidak terjangkau. Kedua adalah accessibility, yakni akses kepada sumber pembiayaan perumahan terutama bagi MBR masih terbatas.

Kemudian Ketiga adalah availability, yakni adanya mismatch demand supply, keterbatasan pola dan skema pembiayaan, yang masih mengandalkan APBN untuk pembiayaan MBR. Dan keempat adalah sustainability, dimana sumber dana pembiayaan perumahan masih banyak yang bersifat jangka pendek dan tidak sustainable. “Dengan beroperasinya BP Tapera, maka kami bisa menjembatani dan menjadi solusi empat tantangan strategi tersebut. Dimana di antaranya Tapera bisa menjadi sumber pembiayaan diluar APBN untuk membiayai perumahan MBR,” tegasnya.

Kini, BP Tapera terus melakukan persiapan-persiapan yang terukur dan terencana dengan melibatkan mitra maupun stakeholders dalam hal pengelolaan Dana Tapera. Salah satu langkah strategisnya adalah persiapan sistem operasional beserta tata kelolanya.

Akankah persiapan penyusunan sistem operasional berbasis digital sebagai landasan tata kelola pengelolaan Dana Tapera  ini mempercepat akselerasi kepemilikan rumah bagi masyarakat ?. Layak kita tunggu …. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.