Press "Enter" to skip to content

Begini Strategi Pelaku UKM Bogor Hadapi Pandemi Covid-19

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA – Pandemi Virus Corona telah menimbulkan ketakutan bagi semua orang, lantaran belum ditemukannya vaksin yang dapat menyembuhkan penyakit yang mewabah secara global ini. Dampaknya pun dirasakan seluruh masyarakat dimana banyak yang kehilangan pendapatan akibat pekerjaan atau kegiatan usahanya yang terhenti. “Menghadapi kondisi tersebut, Diskop UKM Kota Bogor memasang strategi sepak bola Italia, catenaccio,” kata Kadiskop UKM Kota Bogor Samson Purba saat memberikan pencerahan pada Pelatihan Kewirausahaan dan Inovasi yang berlangsung di Bogor, Sabtu (10/10).

Pelatihan yang diikuti puluhan media  yang tergabung dalam Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) mengambil tema Pengembangan Bisnis Online di Masa Pandemi Covid-19 dihadiri Kabid Lembaga Kewirausahaan Asisten Deputi Kewirausahaan – Deputi Pengembangan SDM KemenkopUKM Anang Rahman, dan Kabid UKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor R Medi Sandora.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, Samson mengatakan, pelaku UKM tidak boleh berdiam diri, dimana sebelumnya seperti seorang ibu rumah tangga yang hanya bisa memasak dan melayani suami, tetapi harus sudah mulai melakukan kerjasama untuk maju bersama.

DiskopUKM Kota Bogor sendiri, ungkap Samson, terus melakukan pembinaan terhadap pelaku UKM dengan mengadopsi strategi sepak bola Italia yaitu Catenaccio atau bertahan habis-habisan dan kemudian ada peluang menyerang untuk mengambil peluang. Oleh karena itu, Samson mengajak pelaku UKM Bogor untuk bertahan bersama-sama, jangan terpuruk, dan mengeluh.

Untuk mewujudkan hal itu, Samson mengatakan, banyak membuat jaringan dengan menggandeng sejumlah platform, untuk mengangkat potensi atau produk UKM masuk dalam markerplace. “Kita juga membuka jaringan dan membuka gerai, dimana beberapa toko yang selama ini mengalami penurunan omset dan sebagainya untuk diisi dengan produk-produk UKM,” papar Samson.

Samson mengatakan, pihaknya juga mendorong pelaku UKM pasarkan produk mereka di destinasi wisata. “Saat ini jangan dulu berpikir untuk maju, tetapi bertahan saja sudah cukup,” kata Samson.

Sejauh ini Diskop UKM Bogor memberdayakan kecamatan untuk memfasilitasi masyarakat menggelar pelatihan-pelatihan, termasuk menginventarisasi apa saja yang diperlukan untuk sebuah kegiatan, mislanya perajin bambu akan didatangkan ahlinya untuk memberikan pelatihan dan bimbingan termasuk tim kreatif mereka.

Samson juga terus mendorong pelaku UKM yang sudah eksis untuk memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produk mereka. “Harapan kita mereka kembali tangguh. Target kita dalam memberikan pelatihan adalah mereka yang selama ini penerima BLT, PKH, dan PHK,” jelasnya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.