Press "Enter" to skip to content

ASDP Gelontorkan Dana TJSL Rp 425 Juta, Ini Peruntukannya

Media Social Share

MEDAN, BISNISJAKARTA.ID – PT ASDP Indonesia Ferry melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) menggelontorkan dana sebesar Rp 425 juta dalam mendukung program pemberdayaan dan penguatan UMKM di masa pandemi Covid-19, khususnya terhadap  91 UMKM mitra binaan yang tersebar di wilayah Medan, Sumatera Utara dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 manajemen berkomitmen untuk mendukung pengembangan sektor UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian di Tanah Air. Adapun upaya pemberdayaan dan penguatan yang dilakukan, pertama, bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam program pelatihan packaging untuk 61 UMKM di Sumatera Utara yang bergerak di bidang kopi, makanan dan kriya. Kedua, bekerjasama dengan Kementerian BUMN dalam program Inkubasi kepada 30 UMKM di Labuan Bajo, NTT yang terdampak Covid-19. “Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, sejak awal pandemi Covid-19 ASDP terus mendukung bisnis UMKM, khususnya yang berada di wilayah operasional pelabuhan yang dikelola ASDP. Harapannya, para UMKM mitra binaan ini dapat lebih berkembang, kreatif dan inovatif serta tangguh dalam menjalankan usahanya di tengah krisis akibat pandemi Covid-19,” tuturnya.

Selain itu, program ini juga bagian dari pelaksanaan Tujuan Pembangunan Nasional (TPB) nomor 8 yakni mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja produktif serta kerja layak untuk semua.

Pada Senin (21/6) ini ASDP menyerahkan bantuan pelatihan pembuatan kemasan (packaging) produk kepada 61 UMKM di Sumatera Utara, dengan harapan para pegiat UMKM dapat memiliki kemampuan yang lebih terasah dalam mengembangkan produk atau jasa yang dikembangkan, kemampuan manajerial yang lebih baik, serta meningkatkan skill pemasaran. Sementara dalam program inkubasi 30 UMKM di Labuan Bajo, ASDP memberikan pembinaan terhadap sektor UMKM meliputi usaha warung, cafe, restoran,  makanan kemasan untuk oleh-oleh, kain dan perca tenun.

Berdasarkan data BPS Tahun 2019, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia yang menyerap 64 juta pelaku serta 117 juta tenaga kerja. UMKM berkontribusi memberikan membangun ekonomi Indonesia hingga 99,9%  dari jumlah keseluruhan usaha di Indonesia.

Program inkubasi sendiri merupakan salah satu cara untuk mempercepat pertumbuhan usaha rintisan melalui berbagai pelatihan-pelatihan manajemen maupun lokakarya pembangunan produk. ASDP memilih wilayah Medan dan Labuan Bajo sebagai destinasi multi etnis yang relatif masih dikembangkan, yang tentunya membutuhkan pegiat UMKM yang tidak hanya kreatif dan tangguh mengembangkan usaha dan bisnisnya, tetapi mampu menjadikan sektor UMKM sebagai bagian dari atraksi dan identitas dari destinasi wilayah. “Program Inkubasi yang diteruskan dengan bantuan permodalan, dukungan pengembangan usaha dan jaringan operasional, diharapkan mampu memperbaiki kualitas hidup para pelaku UMKM, utamanya yang berdomisili di Medan, Labuan Bajo dan Flores,” tutur Shelvy lagi. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.