Press "Enter" to skip to content

#Safe Travel Campaign (2), Saatnya Wisata Sehat di Era Kebiasaan Baru

Media Social Share

PROTOKOL Kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Enviromental Sustainability) menjadi sangat penting diterapkan dalam adaptasi kebiasaan baru oleh para pelaku usaha perhotelan dan restoran di tanah air.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani mengamini hal itu. Itu sebabnya, kata Haryadi, Safe Travel Campaign ini harus didorong lebih gencar lagi, sebab saat ini kondisi transportasi dan pariwisata di Tanah Air mulai bermenunjukan ada kenaikan.

Walaupun tidak dipungkiri jika saat ini masih ada masyarakat yang khawatir untuk melakukan perjalanan wisatanya. “Ada sebagaian masyarakat yang ingin jalan-jalan tapi mereka bertanya-tanya apakah aman, nah dengan adanya kampanye ini kita sampaikan kepada masyarakat umum kalau semua stakholder transportasi udara dan pariwisata telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan hal ini sebagai jaminan kalau berwisata telah dapat dilakukan, yang tentunya dibarengi dengan kesadaran masyarakat sendiri mengikuti langkah pencegahan terhadap penyebaran virus Covid 19,” katanya.

Haryadi juga mengatakan, baik hotel ataupun restoran sangat ketat menjalanan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Bahkan pada saat masa PSBB kamarin tidak jarang bebrapa hotel di Tanah Air memberikan tempat menginap untuk para tenaga medis dan karantina bagi penderita Covid 19.

Akan tetapi hingga saat ini belum terbukti ada penularan ataupun klaster penyebaran virus Covid 19 dari hotel, hal ini dapat dipastikan karena semua pengelola hotel melakukan pembersihan atau disinfektan seluruh ruangan dengan baik dan sesuai aturan kesehatan yang ada. “Kondisi inilah yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat, bahwa jika kita melakukan protokol kesehatan yang benar dan tetap kita tidak perlu takut dan khawatir yang berlebihan. Pariwisata telah Aman dan Sehat, mari kita berwisata,” katanya.

Sementara Direktur Teknik Garuda Indonesia Rahmat Hanafi mengatakan, untuk memberikan jaminan kesehatan dan kenyamanan bagi pelanggannya, semua pesawat Garuda Indonesia telah dilengkapi dengan dilengkapi teknologi HEPA (High Efficiency Particulate Arrestors) filter.

Melalui HEPA ini, kata Rahmad, sirkulasi udara di dalam pesawat tidak stagnan, aliran fore-aft yang sangat rendah dan yang terakhir dan dapat dipastikan adalah supplay udara di dalam cabin pesawat telah terfilter dengan baik. “Untuk sirkulasi udara di dalam seluruh pesawat kami telah dilengkapi teknologi HEPA filter. Dengan teknologi ini, seluruh udara di dalam pesawat akan berganti setiap 2-3 menit sekali. Dan dengan teknologi HEPA ini dapat menghilangkan 99,9 pesen bakteri dan partikel virus, termasuk virus Covid 19,” katanya.

Dikatakannya juga bahwa HEPA Filter yang terpasang di pesawat Garuda Indonesia secara periodic dilakukan penggantian dan hal ini merupakan rekomendasi pabrik pembuat pesawat yang dituangkan dalam maintenance program pesawat yang dimiliki oleh Garuda Indonesia. “Hal ini dapat dipastikan akan mencegah penularan virus Covid-19 saat di dalam pesawat,” tegas Rahmad. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.