JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Di negeri kepulauan seperti Indonesia, konektivitas bukan sekadar urusan perjalanan. Ia adalah denyut yang menjaga kehidupan tetap bergerak — menghubungkan masyarakat dengan kebutuhan pokok, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga peluang ekonomi yang lebih luas.
Dalam semangat Hari Kebangkitan Nasional ke-118, PT ASDP Indonesia Ferry kembali meneguhkan perannya sebagai penghubung konektivitas nasional yang menjaga persatuan dan pertumbuhan Indonesia dari pulau ke pulau.
Mengusung tema nasional “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, ASDP memaknai Hari Kebangkitan Nasional sebagai pengingat bahwa kemajuan bangsa lahir dari kemampuan seluruh elemen untuk tetap terhubung, bergerak bersama, dan tumbuh secara merata.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menegaskan, peran ASDP hari ini tidak lagi sekadar operator transportasi penyeberangan. Lebih dari itu, ASDP hadir sebagai penggerak mobilitas nasional yang memastikan masyarakat tetap terkoneksi dengan masa depan yang lebih baik. “Kami tidak hanya menghubungkan pelabuhan dengan pelabuhan, tetapi juga menghubungkan masyarakat dengan harapan, kesempatan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika konektivitas terjaga, distribusi logistik berjalan lancar, dan masyarakat dapat bepergian dengan aman, maka di situlah ASDP turut menjaga kedaulatan bangsa,” ujar Heru.
Semangat tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia, pemerataan ekonomi, pendidikan, serta ketahanan nasional sebagai fondasi menuju Indonesia maju.
Saat ini, ASDP mengoperasikan 222 kapal yang melayani 320 lintasan penyeberangan di seluruh Indonesia. Operasional tersebut didukung 27 cabang dan 37 pelabuhan strategis yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.
Seiring penguatan layanan dan transformasi bisnis yang terus berjalan, kinerja perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hingga akhir tahun 2025, ASDP membukukan pendapatan usaha sebesar Rp4,96 triliun dengan laba konsolidasi mencapai Rp285,4 miliar. Capaian tersebut menjadi refleksi atas konsistensi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pelayanan dan operasional publik, serta transformasi bisnis yang berkelanjutan.
Di tengah transformasi layanan publik yang semakin dinamis, ASDP juga terus memperkuat ekosistem digital melalui Ferizy. Platform pembelian tiket daring ini telah diterapkan di 62 pelabuhan, terdiri atas 36 pelabuhan ASDP dan 26 pelabuhan non-ASDP. Kehadiran Ferizy tidak hanya mempermudah akses layanan pengguna jasa, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional, pengaturan trafik kendaraan, serta menciptakan sistem perjalanan yang lebih tertib, adaptif, dan berbasis data.
Tidak hanya itu, kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital ASDP ini juga terus mengalami peningkatan. Hingga 19 Mei 2026, jumlah pengguna Ferizy tercatat telah mencapai 4,2 juta user, mencerminkan perubahan perilaku masyarakat menuju sistem perjalanan penyeberangan yang lebih modern dan terintegrasi.
Komitmen menghadirkan layanan berkelanjutan turut diperkuat melalui budaya kerja “3 Jaga” — Jaga Diri, Jaga Alat, dan Jaga Lingkungan — serta penerapan Ferizyan Habits yang menjunjung nilai Zero Fraud, Financial Effectiveness, dan Safety & Service Excellence. “Melalui pelayanan yang berintegritas, transformasi berkelanjutan, dan semangat melayani sepenuh hati, ASDP akan terus bergerak bersama masyarakat untuk menjaga konektivitas, memperkuat persatuan, dan merawat masa depan Indonesia,” tutup Heru. (son)









