JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Pengamat transportasi publik bidang perkeretaapian Joni Martinus mengatakan bahwa manajemen KAI wajib memastikan keamanan seluruh titik rawan yang berada di sepanjang jalur Kereta api yang berjumlah 177 titik, terdiri dari 110 lokasi di pulau jawa dan 67 lokasi di sumatera harus menjadi perhatian utama pemantauan supaya masa angkutan nataru 2025/2026 berlangsung lancar, aman dan selamat.
Joni mengatakan, titik-titik tersebut agar dimitigasi, diawasi, serta fokuskan pada pencegahan sehingga secara dini dapat terdeteksi jika terjadi potensi gangguan pada perjalanan KA terutama yang berisiko mengalami tanah longsor, ambles, banjir, dan pergeseran tanah saat musim hujan seperti sekarang ini.
Joni menyarankan supaya KAI secara intensif melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kondisi jalur rel, jembatan, terowongan dan perlintasan, sebab hal tersebut sangat krusial bagi keamanan perjalanan KA. “Langkah-langkah antisipatif karena faktor keselamatan adalah sesuatu yang tidak bisa ditolerir sebab masa libur panjang Natal dan Tahun Baru selalu menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia untuk bepergian, berkumpul dengan keluarga atau meningkatkan aktivitas usaha” ungkap Joni.
Disisi lain Joni memberikan apresiasi untuk KAI Group karena pada penyelenggaraan masa angkutan nataru 2025/2026 terjadi peningkatan Kapasitas angkut yang signifikan. Tahun ini, KAI Group menyediakan kapasitas angkut sebesar 49.635.448 tempat duduk, meningkat 8,6 persen dibanding tahun sebelumnya, serta total 40.493 perjalanan kereta api. “Dengan adanya peningkatan kapasitas angkut ini tentunya masyarakat lebih leluasa dalam merencanakan liburan di masa nataru, dan ini menunjukan komitmen KAI semakin baik dalam melayani masyarakat ” imbuh Joni.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin mengatakan dimasa nataru frekuensi perjalanan KA naik 2,6% menjadi 40.493 perjalanan, dengan penambahan kereta antar kota sebanyak 54 kereta per hari”.
Bobby menjelaskan, jika dirinci lebih lanjut, kapasitas angkut KAI induk, yang terdiri dari kereta jarak jauh dan kereta lokal untuk periode Nataru 2025/2026 mencapai 3,5 juta tempat duduk. Angka ini naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, kapasitas angkut kereta rel listrik (KRL) Commuter Line mencapai 40,6 juta tempat duduk. Adapun kapasitas angkut KA Bandara mencapai 487.728 tempat duduk dan LRT jabodebek 4,4 juta tempat duduk .
KAI juga meningkatkan kapasitas angkut KA Wisata sebanyak 176 persen menjadi 20.736 dibandingkan pada tahun lalu yang mencapai 7.400 tempat duduk. Kemudian, kapasitas angkut LRT Sumatera selatan mencapai 585.000 tempat duduk.
Bobby menjelaskan KAI memastikan seluruh sistem pelayanan, operasional, dan keselamatan berada dalam kondisi siap menghadapi Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Untuk mendukung kelancaran operasional, KAI mengerahkan 2.483 petugas tambahan yang mencakup pemeriksa jalur, penjaga perlintasan, petugas keamanan, layanan pelanggan, dan kebersihan.
Bobby menambahkan bahwa pada sisi pelayanan pelanggan, KAI menambah 170 Customer Service Mobile (CSM) serta lebih dari 400 petugas kebersihan di stasiun maupun kereta. (son)










