JAKARTA, BISNISJAKART.ID – Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji menjelaskan masih ada tiga Wilayah Kerja (WK) migas, yang ditawarkan pada tahun lalu, akan diselesaikan pada awal 2024. hal tersebut diungkapkan Tutuka dalam keterngan yang diterima di Jakarta, Rabu (24/1).
Menurut Tutuka, ada WK Bobara dan dua WK lainnya yaitu Akimeugah I dan Akimeugah II yang masih dalam proses lelang. “Nah, ini kita harapkan bisa selesai pada awal tahun ini,” ungkap Tutuka.
Pemerintah menargetkan 10 blok migas yang dilelang pada 2024. Meskipun belum bisa disebutkan blok mana saja, namun pemerintah menyebutkan ada dua wilayah paling prospektif yang tengah disiapkan untuk dilelang karena diprediksi mendapatkan giant discovery.
Rencananya, jelas Tutuka, pada 2024 ada 10 wilayah kerja migas (dilelang). Masih bekerja dengan SKK Migas beberapa daerah menjanjikan dan akan dibuat untuk dilelang. “Di utara Madura itu, kalau saya pahami prospektif, kemudian sekitar Blok Andaman juga prospektif, saya kira dua itu besar di sekitar Madura dan Andaman,” kata Tutuka.
LEMIGAS Kementerian ESDM turut mengambil bagian dalam studi bersama (joint study) dua penawaran wilayah kerja (WK) atau blok migas yakni Peri Mahakam dan Sangkar.
Kepala LEMIGAS Ariana Soemanto menyatakan joint study dua blok migas tersebut dilakukan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) bersama LEMIGAS melalui kajian geologi, geofisika, dan reservoir dengan metode play based exploration (PBE), yang merupakan best practice eksplorasi migas dunia.
Setelah studi selesai dibuat masukan kebijakan (policy brief) untuk pemerintah. “Kami membuat kajian tektonostratigrafi, membuat play model system migas, membuat pemodelan cekungan untuk mengetahui proses, komponen dan waktu keterbentukan migas, memetakan prospek dan lead, membuat analisis risiko geologi dan menghitung volume migas,” katanya.
LEMIGAS melakukan joint study bersama dengan konsorsium PT Pertamina Hulu Energi dan Eni Indonesia Limited untuk Blok Peri Mahakam, serta, dengan KKKS PT Saka Eksplorasi Timur untuk Blok Sangkar.
WK Peri Mahakam berlokasi di lautan dan daratan Provinsi Kalimantan Timur, dengan luas area 7.414,43 km2 dan potensi sumber daya minyak dan gas bumi sebesar 1.300 MMBOE.
Sementara itu Blok Sangkar berlokasi di lautan dan daratan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan luas area 8.122,58 km2 dan potensi sumber daya minyak bumi sebesar 130 MMBO dan gas bumi sebesar 300 billion cubic feet (BCF).
Ariana mengatakan kemampuan studi eksplorasi LEMIGAS dilengkapi dengan sarana atau fasilitas memadai seperti laboratorium geofisika untuk melakukan interpretasi seismik.
Lalu, ada laboratorium biostratigrafi untuk melakukan analisis umur dan lingkungan pengendapan, korelasi sumuran, dan membuat diagram kronostratigrafi. “Selain itu, LEMIGAS memiliki laboratorium sedimentologi. Ini sangat berfungsi untuk membuat kajian properti reservoir,” ujar Ariana.
Kemudian, laboratorium geokimia membuat kajian pemodelan cekungan dan analisis batuan sumber.
LEMIGAS juga memiliki para ahli geologi dan geofisika yang mumpuni yang bertugas memetakan prospek dan lead, membuat analisis risiko geologi dan menghitung volume migas serta membuat masukan kebijakan. “Penawaran blok migas memang sangat penting dan sebagai salah satu upaya dalam mengejar target produksi migas,” sebut Ariana. (son)










