Press "Enter" to skip to content

SKK Migas-Harpindo Mitra Kharisma Lakukan Tajak Sumur Eksplorasi Sugih-1

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Kontraktor Kontrak Kerja Sama PT. Harpindo Mitra Kharisma yang berkontrak dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas bumi (SKK Migas) melakukan seremoni tajak Sumur Eksplorasi Sugih-1, Rabu (15/11).

Seremoni ini dihadiri Bupati Lampung Tengah H. Musa Ahmad, S.Sos, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Anggono Mahendrawan, Kepala Departemen Operasi Pengeboran SKK Migas CW Wicaksono serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan perangkat desa setempat.

Sumur Sugih-1 terletak di Wilayah Kerja Lampung III, tepatnya di Desa Tanjung Ratu Ilir, Kec. Way Pengubuan, Kab. Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Sumur eksplorasi tersebut akan dibor dengan desain lubang vertikal menggunakan Rig Elang #01 (550 HP) dengan rencana kedalaman akhir sumur di 920 mTVDKB.

Pengeboran eksplorasi ini dimaksudkan untuk menguji dan mengevaluasi potensi kandungan migas yang terdapat pada formasi Lahat dan Talang Akar. Upaya pengeboran eksplorasi ini dilakukan dalam rangka menemukan cadangan migas baru dan memenuhi kebutuhan energi nasional.

Anggono  mengatakan bahwa kegiatan pengeboran sumur eksplorasi di provinsi Lampung memiliki makna yang strategis, tidak hanya dalam rangka mencari sumber daya migas di provinsi ini, tetapi lebih dari itu, keberhasilan penemuan cadangan migas di Lampung akan membuka penemuan-penemuan migas di luar provinsi Jambi dan Sumatera Selatan yang selama ini menjadi tulang punggung produksi migas di Sumbagsel. “Ini akan memperkuat ketahanan energi dan pasokan untuk industri”, katanya.

Sementara itu Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro mengatakan, SKK Migas terus mendorong pelaksanaan pengeboran eksplorasi yang masif, termasuk di daerah potensial yang selama ini belum banyak di lirik, yaitu Lampung.

Dia menjelaskan bahwa ditengah kebutuhan migas yang terus meningkat, maka untuk menjaga keberlanjutan industri hulu migas, selain upaya meningkatkan produksi dari cadangan existing, maka penemuan cadangan migas yang baru menjadi sangat penting agar industri ini dapat terus memberikan dukungan bagi pembangunan nasional dan daerah.

Hudi menambahkan dari 29 sumur eksplorasi yang sudah ditajak, sebanyak 9 memberikan penemuan cadangan hidrokarbon, dengan total sumberdaya yang ditemukan sekitar 430 million barel of oil equivalent (MMBOE), sebanyak 14 sumur masih proses pemboran dan sisanya adalah sumur dry. “Melihat perkembangan yang ada, kami optimis penemuan cadangan hidrokarbon tahun ini akan lebih besar dibandingkan tahun 2022.

Secara jangka panjang, kata Hudi, penemuan cadangan baru akan menjadi tulang punggung bagi upaya mencapai target 2030 yaitu produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD). (son)

 

Mission News Theme by Compete Themes.