PERTUMBUHAN ekonomi dan prosesnya merupakan kondisi utama bagi kelangsungan pembangunan ekonomi daerah. Perekonomian suatu negara bisa dikatakan berhasil apabila kegiatan ekonominya lebih tinggi daripada yang dicapai pada masa sebelumnya, serta menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah.
Dalam pengembangan ekonomi, pemerintah daerah berperan dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, oleh karena itu perlu dilakukan pemetaan potensi ekonomi lokal.
Untuk itu, pemetaan potensi ekonomi lokal perlu dilakukan untuk mengetahui potensi-potensi yang ada di daerah tersebut dan sumber daya manusia yang dimiliki. Dengan mengetahui potensi lokal, maka dapat ekonomi dan sumber daya manusia dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan perekonomian daerah.
Maksud dari mengetahui potensi ekonomi lokal adalah dengan mengidentifikasi potensi ekonomi sektoral, sehingga dapat dengan mudah dimanfaatkan dalam pembangunan masing-masing sektor.
Bagaimana memetakan potensi ekonomi lokal?
Pemetaan potensi ekonomi lokal dapat dilakukan dengan mengidentifikasi potensi ekonomi di daerah tertentu, identifikasi tersebut dapat meliputi identifikasi potensi sektoral sumber daya alam, sumber daya manusia, teknologi yang ada, modal, dimana semua itu mencakup sektor pertanian, perkebunan, pariwisata dan sektor-sektor lainnya yang berpotensi untuk meningkatkan perekonomian daerah.
Selain dari identifikasi sektoral, perlu dilakukan juga pembuatan peta sebaran potensi lokal, meliputi potensi sumber daya manusia, sumber daya alam, teknologi, dan lain-lain, guna mengetahui persebaran sektor-sektor potensi lokal yang akan memudahkan dalam peningkatan potensi lokal.
Bagaimana strategi mengembangkan potensi ekonomi lokal?
Dalam proses pengembangan perekonomian, strategi dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal juga diperlukan. Strategi merupakan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai kondisi yang diinginkan dimasa yang akan datang berdasarkan pertimbangan pada kondisi saat ini, adapun strategi-strategi yang dapat diterapkan adalah:
Peningkatan kualitas dan produksi.
Dalam kegiatan industri dan produksi-produksi, meningkatkan kualitas produk bahan baku sangat dibutuhkan. Hal ini karena untuk meningkatkan persaingan pasar dan memenuhi permintaan yang konsumen tentang kualitas dan barang yang semakin banyak. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan kualitas dan produksi dalam proses pengembangan potensi lokal.
Pembentukan lembaga riset.
Untuk meningkatkan kualitas dan hasil produksi, misalkan dalam pertanian, petani membutuhkan bibit yang unggul. Seperti yang diketahui selama ini, kebanyakan petani membeli bibit unggul dari luar daerah. Sehingga petani tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menciptakan bibit unggul. Oleh karena itu, diperlukan lembaga riset untuk membantu petani dalam menciptakan bibit unggul guna meningkatkan kualitas produksi.
Memperbanyak inovasi produk turunan.
Kelemahan yang dimiliki banyak daerah di Indonesia adalah petani belum mampu mengolah komoditas utama menjadi produk turunan, sehingga petani tidak dapat memaksimalkan keuntungan secara maksimal. Oleh karena itu, sangat perlu memperbanyak inovasi untuk produk turunan unggulan.
Penguatan promosi penjualan.
Untuk mempertahankan nama penjualan terhadap produk yang dipasarkan, maka diperlukan penguatan promosi penjualan. Promosi ini dapat dilakukan dengan memberi label pada produk lokalnya, atau dapat mengenalkan produk-produk pada acara-acara kedaerahan seperti festival dan lain-lain. Dapat juga dilakukan dengan menjualnya di beberapa tempat wisata.
Pengembangan teknologi.
Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, juga membuat perkembangan ekonomi lokal diwarnai dengan teknologi yang berkembang. Dengan mengembangkan teknologi, akan mempermudah dan mengefisienkan produksi lokal dengan waktu yang lebih efektif.
Kelapa sawit merupakan sumber devisa ekspor terbesar bagi Indonesia. Terbukti dalam kondisi pandemi Covid-19 di tahun 2021, data GAPKI mencatat, komoditas sawit mampu menyumbangkan devisa ekspor senilai US$35 miliar atau lebih dari Rp500 triliun.
Kembali terbukanya keran ekspor sawit menjadi peluang bagi pelaku usaha skala besar, UMKM, petani, bahkan generasi muda untuk melakukan ekspor sawit dan produk turunannya.
Perlu di-highlight bahwa potensi ekspor kelapa sawit tidak hanya terbuka untuk produk utama komoditas tersebut yang berupa minyak, tetapi sangat luas dalam bentuk produk turunannya. Bahkan menariknya, limbah kering yang berupa tandan kosong , cangkang atau bungkil kelapa sawit serta limbah cair kelapa sawit memiliki nilai guna dan ekonomis yang sangat tinggi.
Sektor sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Salah satu pertimbangannya ialah permintaan pasar global yang besar terhadap komoditas sawit. Tofan kemudian menyarankan agar para pelaku perusahaan rintisan untuk menyasar akses pasar kecil, yakni negara-negara yang membutuhkan pasokan produk sawit namun belum terjangkau oleh swasta dan pemerintah.
Beberapa hal umum yang perlu dipersiapkan diantaranya hanya COA, kemudian masuk ke laboratorium untuk pengecekan produk, lalu mengajukan dan memenuhi persyaratan ekspor ke Kementerian Perdagangan.
Dalam memulai ekspor, di awal memang membutuhkan usaha lebih terkait pengurusan legalitas dan persyaratan lain yang harus dipenuhi. Namun, ketika sudah melakukan ekspor dengan legalitas dan persyaratan yang sudah dipenuhi sebelumnya maka hanya tinggal melakukan promosi untuk melakukan kegiatan ekspor selanjutnya.
Pemasaran produk-produk tersebut harus sudah dilakukan melalui platform digital. Bahkan, produk-produk tersebut sudah dikenalkan ke Tiongkok dan dalam berbagai pameran lain di luar negeri.
Berdasarkan analisis lingkungan eksternal faktor-faktor yang menjadi peluang adalah Potensi industri CPO Indonesia yang masih sangat besar, permintaan dan pasar CPO yang terus meningkat, kebijakan pemerintah, penduduk Indonesia yang terus bertambah, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, serta kepercayaan dan hubungan dengan pelanggan.
Sedangkan faktor-faktor yang menjadi ancaman adalah fluktuasi kondisi perekonomian global, adanya isu global warming, black campaign mengenai minyak sawit/CPO Indonesia, ketergantungan terhadap pemasok, adanya perusahaan pesaing , adanya produk subtitusi, perdagangan bebas, dan yang terakhir adalah kenaikan harga minyak goreng.
Beberapa perumusan alternatif strategi pemasaran sebagai berikut.
1. Pengembangan pasar CPO berbasis ICT/ information communication technology. 2. Mengembangkan riset pemasaran. 3. Meningkatkan pelayanan melalui CRM/Costumer relationship management. 4. Mengembangkan strategi bersaing. 5. Penguatan dan pengembangan kerjasama jangka panjang dengan perusahaan mitra/produsen untuk menjamin kontinuitas ketersediaan produk.
6. Membangun pusat-pusat distribusi dan informasi produk CPO. 7. Mengembangkan strategi promosi. 8. Melakukan penetrasi pasar. 9. Meningkatkan kerjasama dengan perusahaan mitra/produsen dalam pengembangan dan inovasi produk.
Bila hal ini bisa dilakukan,tentunya ini akan memperkuat perekonomian nasional. (son)










