Press "Enter" to skip to content

Upacara Tanpa Lomba, RW 15 Panut Terasa ‘Senyap’

Media Social Share

TANGERANG, BISNISJAKARTA.ID – Lomba Panjat Pinang, Lomba Makan Kerupuk, Lomba Tarik Tambang, Lomba Balap Karung, Lomba Egrang, Lomba Bakiak adalah beberapa jenis lomba yang selalu digelar menjelang dan sesudah gelaran Upacara 17 Agustus, menandai peringatan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Tetapi apa jadinya kalau sekian banyak jenis lomba itu tak digelar ?.

Suasana senyap terasa menyelimuti wilayah RT 002 RW 015 Perumahan Mahkota Simprug – Paninggilan Utara, Ciledug – Tangerang. Riuh suara sporter dan sorak sorai pendukung peserta lomba tak lagi tersaji seperti tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa warga sudah tak peduli dengan lomba, karena anak-anak sudah pada dewasa, lagi pula masih suasana Pandemi Covid-19 yang khawatir angka Covid-19 bisa meningkat akibat kerumunan massa, apa iya ?.

Meski demikian, suasana 17-an masih terlihat jelas dengan hadirnya umbul-umbul dan sejumlah bendera yang menghiasi beberapa sudut jalan dalam Kompleks Perumahan Mahkota Simprug. Hampir semua warga tanpa diperintah sudah pasang bendera sejak awal bulan Agustus, karena sudah menjadi tradisi.

Puncaknya, Pengurus RT dan RW pun beberapa kali posting surat edaran dan instruksi Walikota Tangerang yang menghimbau agar warga menggelar upacara memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia secara sederhana.

Hasil bidikan kamera smartphone adalah bukti bahwa sebagian warga sangat antusias menggelar upacara memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-77 di Kompleks Perumahan Mahkota Simprug – Ciledug, Tangerang.

Dirgahayu Indonesia … !

Mission News Theme by Compete Themes.