JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Bekerjasama dengan Yayasan Menembus Batas, PT PLN melalui program PLN Peduli menyelenggarakan program lanjutan dari program pelatihan online untuk penyandang disabilitas. Program PLN peduli tersebut adalah “Energi PLN Menembus Batas Disabilitas” yang dirancang untuk melanjutkan pengembangan pelatihan kemampuan digital menjadi entrepreneur bagi para penyandang disabilitas diluncurkan di Jakarta, Jumat (27/5).
Selain itu, PLN Peduli dan Yayasan Menembus Batas juga membentuk program baru yang dirancang untuk memberikan beasiswa serta pembekalan soft skill & leadership. Tentunya, kedua program ini dibentuk sebagai salah satu tanggung jawab sosial dari perusahaan.
Pengembangan pelatihan kemampuan digital menjadi entrepreneur ini bertujuan untuk mengembangkan para peserta yang sudah memiliki usaha maupun belum memiliki usaha supaya mampu mandiri secara ekonomi.
Dari 84 peserta yang memiliki usaha, akan mengikuti rangkaian seleksi untuk dapat dipilih menjadi 10 orang terbaik yang berhak mendapatkan dan menerima bantuan modal usaha. Sedangkan, untuk 166 peserta yang belum memiliki usaha, akan mengikuti program pelatihan dan juga diberikan kesempatan untuk magang di beberapa perusahaan yang sudah bekerjasama dengan Yayasan Menembus Batas.

Pemberian beasiswa dan pembekalan soft skill & leadership ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa penyandang disabilitas yang ada di Indonesia untuk dapat berkembang dalam bidang akademis dan dapat membantu mereka dalam menggapai cita-cita untuk bekerja sesuai dengan keahlian dan jurusan.
Sebanyak 40 peserta yang akan terpilih pada program ini nantinya akan mengikuti tahapan seleksi dan 20 peserta penyandang disabilitas terbaik berhak untuk mendapatkan bantuan beasiswa selama 1 tahun.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PT PLN Diah Ayu Permatasari mengatakan, PLN Peduli turut aktif memberikan support maupun dorongan dengan berbagai cara diantaranya pemodalan, memberikan kesempatan magang, dan juga leadership kepada seluruh peserta.
Dari modal tersebut, kata Diah, penyandang disabilitas diberi pelatihan kewirausahaan yang dilatih oleh para fasilitator dan mentor yang sudah terlatih dibidangnya kemudian pada pemagangan para peserta diberi kesempatan untuk magang di lini sektor BUMN yang juga turut aktif diawasi oleh para pengawas.
Kemudian pada sisi leadership, jelas Diah, mereka dibantu untuk mengembangkan kepemimpinan dalam dirinya masing-masing. Hal itu dimaksudkan untuk mewujudkan Indonesia memiliki generasi emas.

Sementara Staff Khusus Presiden Angkie Yudistia mengatakan, program yang sudah berjalan ini sesungguhnya sudah berlangsung cukup lama terutama dengan ekosistem BUMN terutama PLN. Program seperti ini sangat baik untuk mengembangkan SDM dan juga penyandang disabilitas di Indonesia.
Dari dukungan dan support yang diberikan dari program ini, kata Angkie, penyandang disabilitas patutnya menyadari tentang perbedaan apa itu hibah dan pemodalan. Dimana hibah merupakan, sebuah pemberian uang tunai secara langsung untuk membantu keberlangsungan hidup, sedangkan pemodalan merupakan sebuah literasi keuangan untuk membantu pengembangan usaha supaya bisa terus berkembang.
COO dari Yayasan Menembus Batas Nicky Claraentia Pratiwi berharap dapat bersinergi untuk menciptakan ekosistem yang inklusif bagi seluruh kalangan, khususnya bagi tea-time penyandang disabilitas, tidak ada lagi kesulitan untuk memperoleh pekerjaan karena perbedaan yang dimilikinya dan juga mampu mengembangkan bisnisnya. (son)
Selain itu, PLN Peduli dan Yayasan Menembus Batas juga membentuk program baru yang dirancang untuk memberikan beasiswa serta pembekalan soft skill & leadership. Tentunya, kedua program ini dibentuk sebagai salah satu tanggung jawab sosial dari perusahaan.
Pengembangan pelatihan kemampuan digital menjadi entrepreneur ini bertujuan untuk mengembangkan para peserta yang sudah memiliki usaha maupun belum memiliki usaha supaya mampu mandiri secara ekonomi.
Dari 84 peserta yang memiliki usaha, akan mengikuti rangkaian seleksi untuk dapat dipilih menjadi 10 orang terbaik yang berhak mendapatkan dan menerima bantuan modal usaha. Sedangkan, untuk 166 peserta yang belum memiliki usaha, akan mengikuti program pelatihan dan juga diberikan kesempatan untuk magang di beberapa perusahaan yang sudah bekerjasama dengan Yayasan Menembus Batas.
Pemberian beasiswa dan pembekalan soft skill & leadership ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa penyandang disabilitas yang ada di Indonesia untuk dapat berkembang dalam bidang akademis dan dapat membantu mereka dalam menggapai cita-cita untuk bekerja sesuai dengan keahlian dan jurusan.
Sebanyak 40 peserta yang akan terpilih pada program ini nantinya akan mengikuti tahapan seleksi dan 20 peserta penyandang disabilitas terbaik berhak untuk mendapatkan bantuan beasiswa selama 1 tahun.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PT PLN Diah Ayu Permatasari mengatakan, PLN Peduli turut aktif memberikan support maupun dorongan dengan berbagai cara diantaranya pemodalan, memberikan kesempatan magang, dan juga leadership kepada seluruh peserta.
Dari modal tersebut, kata Diah, penyandang disabilitas diberi pelatihan kewirausahaan yang dilatih oleh para fasilitator dan mentor yang sudah terlatih dibidangnya kemudian pada pemagangan para peserta diberi kesempatan untuk magang di lini sektor BUMN yang juga turut aktif diawasi oleh para pengawas.
Kemudian pada sisi leadership, jelas Diah, mereka dibantu untuk mengembangkan kepemimpinan dalam dirinya masing-masing. Hal itu dimaksudkan untuk mewujudkan Indonesia memiliki generasi emas.
Sementara Staff Khusus Presiden Angkie Yudistia mengatakan, program yang sudah berjalan ini sesungguhnya sudah berlangsung cukup lama terutama dengan ekosistem BUMN terutama PLN. Program seperti ini sangat baik untuk mengembangkan SDM dan juga penyandang disabilitas di Indonesia.
Dari dukungan dan support yang diberikan dari program ini, kata Angkie, penyandang disabilitas patutnya menyadari tentang perbedaan apa itu hibah dan pemodalan. Dimana hibah merupakan, sebuah pemberian uang tunai secara langsung untuk membantu keberlangsungan hidup, sedangkan pemodalan merupakan sebuah literasi keuangan untuk membantu pengembangan usaha supaya bisa terus berkembang.
COO dari Yayasan Menembus Batas Nicky Claraentia Pratiwi berharap dapat bersinergi untuk menciptakan ekosistem yang inklusif bagi seluruh kalangan, khususnya bagi tea-time penyandang disabilitas, tidak ada lagi kesulitan untuk memperoleh pekerjaan karena perbedaan yang dimilikinya dan juga mampu mengembangkan bisnisnya. (son)










