PALEMBANG, BISNISJAKARTA.ID – Ketua Koperasi Rimau Sawit Sejahterah (RSS) Kalim mendampingi tim dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan yang ingin mengetahui produksi Tandan Buah Segar (TBS) serta ingin mengetahui rendaman dan indek K di lahan pasang surut. Peninjauan berlangsung di Blok A.15.16 Kebun Sawit – Desa Budi Asih, Kecamatan Pulau Rimau – Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Jumat (28/10).
Kalim mengatakan, sampel TBS diambil dari kebun tanam mulai dari 2010 hingga 2013, dan di kebun khusus yang bermitra dengan perusahaan-perusahaan di wilayah Sumsel, baik kebun di daratan maupun kebun yang berada di lahan pasang surut.
Hal ini, kata Kalim, untuk menentukan harga yang menjadi acuan Dinas Perlebunan (Disbun) Provinsi Sumsel yang mengacu kepada Indeks K, yang selama ini 85 %, ean diharapkan akan lebih dan bisa mencapai Indeks K 90% agar harga sawit tetap bisa naik.
Kalim juga bersyukur dan bangga bahwa KRSS menjadi rujukan bagi banyak pihak terkait bagaimana pengelolaan manajemen koperasi yang baik. “Mereka didampingi Tim Kemitraan PT Citra Sawit Lestari (CLS) mengunjungi areal plasma,” kata Kalim. (son)










