Press "Enter" to skip to content

SURGE Siapkan Internet Gratis di Ruang Publik

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA – Direktur Utama SURGE Hermansjah Haryono mengatakan, solusi digital yang memberikan nilai tambah sudah banyak diciptakan di Indonesia. “Untuk solusi digital beserta upaya sosialisasinya, SURGE memiliki ekosistem ini yang sudah berjalan. Dan untuk mengurangi kesenjangan akses internet berkualitas dan terjangkau, SURGE dalam proses pengembangan jaringan dan akan selesai dalam waktu singkat,” kata Hermansjah di Jakarta, Jumat (27/11).

Senada dengan Hermansjah, Direktur Bisnis SURGE George Samuel mengatakan, SURGE hadir di industri digital Indonesia dengan solusi untuk mendistribusikan internet kepada publik tanpa biaya di ekosistem digital SURGE. “Konsep bisnis SURGE adalah mengkombinasikan free Wi-Fi dengan iklan. SURGE memiliki jaringan internet yang dihasilkan dari infrastruktur jaringan telekomunikasi yang dibangun di Pulau Jawa, kemudian diintregrasikan dengan periklanan digital. Proses inilah yang membuat SURGE masih bisa menghasilkan pendapatan dari iklan atas penggunaan jaringan free Wi-Fi oleh penggunanya,” jelas George.

Fokus utama SURGE adalah digitalisasi lingkungan publik, dengan mengembangkan konsep offline-to-online aset media dan aplikasi smartphone yang didukung jaringan infrastruktur internet yang dijalankan secara terpadu dan mandiri.

Direktur Teknologi SURGE, Ricky Ananda mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi, harga smartphone maupun komputer kini lebih terjangkau untuk masyarakat Indonesia. Hal tersebut membuat penggunaan data internet meningkat secara eksponensial, terutama pada kondisi pandemik seperti sekarang ini. “Ke depannya, untuk mengakses internet di jaringan free Wi-Fi milik SURGE, harus menggunakan aplikasi LINIPOIN.

Selain mengakses internet, LINIPOIN juga menawarkan beragam aktivitas seperti: kuis, survei, gaming, dan beragam aktivitas lainnya. Untuk user yang dapat mengumpulkan poin. Dapat menukarkan poin tersebut dengan beragam hadiah di platform LINIREWARDS” ujar Ricky.

Sebagai upaya mendukung perekonomian nasional, SURGE juga menyediakan aplikasi smartphone untuk transportasi massal, petani, dan marketplace yang bermanfaat bagi masyarakat di dalam ekosistem digital SURGE. “Untuk itu, SURGE menyediakan sejumlah aplikasi yang tidak hanya sebagai media informasi, tetapi juga dapat membantu serta memfasilitasi masyarakat, salah satunya aplikasi “SOBATTANI” yang dapat mempermudah petani di pedesaan untuk meningkatkan pemasaran hasil panen,” jelas Ricky.

Ke depannya, SURGE dapat menambah tingkat kesadaran publik atas layanan seperti aplikasi dan ketersediaan jaringan internet, dengan menggunakan aset media yang sudah tersebar di transportasi publik, pasar, warung, dan beragam lokasi lainnya.

SURGE Go Public

SURGE resmi melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada November 2020 untuk memperkuat modal kerja melalui dana publik. Dengan cara ini, SURGE dapat meningkatkan kualitas layanan serta memperluas ekosistem digital Perusahaan agar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama layanan publik seperti transportasi massal maupun para petani dan pedagang kecil.

Peluang bisnis yang jelas dan berorientasi bagi publik membuat SURGE yakin publik akan mendukung penawaran umum perdana karena peluang bisnis SURGE yang tidak semata berorientasi kapital. Selain didukung data yang jelas, SURGE didukung banyak individual yang berpengalaman di bidang telekomunikasi.

Direktur Utama SURGE, Hermansjah Haryono yang sudah malang-melintang di industri telekomunikasi selama 17 tahun, secara personal merasa termotivasi membidani SURGE sebagai perusahaan teknologi digital yang menjanjikan.

Menurut Hermansjah, apa yang sedang SURGE bangun adalah mimpi dari para profesional yang berasal dari industri telekomunikasi, yakni membangun ekosistem digital bermula dari hulu (infrastruktur telekomunikasi) ke hilir (platform OTT dan Ads). Saat ini SURGE telah memiliki lini hilir dan hanya perlu membangun jaringan infrastruktur hulunya.

Pengguna Internet Meningkat

Mengutip hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2018, jumlah pengguna internet di Indonesia sebesar 171,1 juta atau naik sebesar 27,9 juta dari tahun sebelumnya yang berjumlah 143,2 juta

Diprediksi pada tahun-tahun mendatang, penggunaan internet akan mengalami tren kenaikan dikarenakan selesainya proyek jaringan palapa RING yang akan menambah keandalan koneksi internet khususnya di daerah 3 T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal)

Survei ini mengambil sampel sebesar 7000 responden dengan margin of error ± 1,27 persen. Artinya persentase hasil survei ada pada rentang ± 1,27 persen. (son)

Survei ini mengambil sampel sebesar 7000 responden dengan margin of error ± 1,27 persen. Artinya persentase hasil survei ada pada rentang ± 1,27 persen. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.