BEKASI, BISNISJAKARTA.ID – Pelabuhan Pulau Gag adalah pelabuhan yang berlokasi di sebuah pulau yang terletak di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Pulau ini berbatasan dengan Pulau Gebe, Maluku Utara di sebelah barat lautnya.
Pelabuhan Pulau Gag ini juga merupakan salah satu titik masuk utama ke Kepulauan Raja Ampat, yang melayani pelayaran kapal penumpang dan kapal barang yang menghubungkan Kepulauan Raja Ampat dengan pulau-pulau di sekitarnya dan juga daratan utama Papua Barat. Oleh karena itulah, sangat penting untuk memastikan adanya alur pelayaran yang tepat, aman dan efisien di Pelabuhan tersebut.
Direktur Kenavigasian, Capt. Budi Mantoro, pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Pulau GAG Waigeo Barat Provinsi Papua Barat yang digelar di Bekasi, Selasa (4/7) mengatakan, meskipun tergolong pelabuhan kecil, tetapi besarnya manfaat Pelabuhan Pulau Gag bagi masyarakat, karena hanya akses laut yang dapat menghubungkan antara Pulau Gag dengan daerah di sekitarnya.
Pemerintah sendiri, menurut Capt. Budi, telah berupaya untuk mengoptimalkan program konektivitas antar Pulau di wilayah Indonesia Bagian Timur dan menjamin pendistribusian logistic ke daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan (3TP). Oleh karenanya Pelabuhan Pulau Gag sudah disinggahi oleh Kapal Perintis dengan Pelabuhan Asal dari Sorong.
Capt. Budi mengatakan, bahwa sejatinya penataan Alur Pelayaran di seluruh wilayah Kepulauan Raja Ampat sudah selayaknya segera dilaksanakan agar dapat memperoleh Alur-Pelayaran yang ideal dan memenuhi berbagai aspek kepentingan keselamatan dan kelancaran bernavigasi, serta kelestarian lingkungan maritim.
Berdasarkan hasil survey secara teknis Pelabuhan Gag memiliki alur Panjang 1,512 meter (0,82 Nm), lebar 200 m dan kedalaman 4 s.d 56 mLWS , memiliki jenis dasar laut lumpur dan pasir, serta memiliki arus max menuju Selatan cepat 20 cm/s, dengan pola arus pasang menuju ke Barat dan arus surut menuju ke Timur dengan cepat 10 cm/s.
Pelabuhan Pulau Gag juga memiliki Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) sebanyak 3 (tiga) Unit SBNP milik PT. Gag Nikel yang sudah terpasang dan berfungsi dengan baik, namun demikian memerlukan penambahan 1 (satu) unit SBNP Penanda Pelabuhan Gag. Selain itu, terdapat daerah kewaspadaan di Alur-Pelayaran Masuk Pelabuhan Gag berupa aktifitas Kapal-Kapal Tug Boat dan Tongkang di Jetty milik PT. Gag Nikel, yang berhadapan langsung dengan Alur-Pelayaran Pelabuhan Gag, sehinggga perlu di lakukan pengawasan agar tidak terjadi kecelakaan kapal. (son)










