JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – PELNI proyeksikan penumpang dan ruas padat angkutan lebaran tahun ini turun hingga 25,97 persen dibandingkan periode lebaran tahun lalu. Tahun lalu, jumlah penumpang mencapai 632.155 orang, sedangkan libur lebaran tahun ini diperkirakan sekitar 588.903 orang. “Penurunan itu disebabkan adanya pengurangan armada dimana tahun lalu tersedia 42 kapal perintis dan tahun ini dilayani 30 kapal perintis.
Dirut PELNI Tri Andayani saat Media Gathering di Jakarta, Rabu (20/3) mengatakan, Pelni akan mengoperasikan 56 kapal yang terdiri dari 26 kapal penumpang dan 30 kapal perintis dengan kapasitas mencapai 62.689 seat. Ia mengatakan, overview penumpang angkutan lebaran dibagi dalam tiga cluster yaitu Barat dengan empat kapal, Tengah dengan 11 kapal, dan Timur dengan 11 kapal. “Mobilitas penumpang lintas wilayah tertinggi hanya terjasi pada rute tengah tujuan barat dengan 11 persen, dan timur tujuan tengah dengan 8 persen,” ungkap Andayani.
Langkah yang dilakukan Pelni menghadapi libur lebaran, kata Andayani, diantaranya pemeliharaan kapal secara sistematik dan berkala disertai analisa teknis ekonomis untuk menjamin berfungsi peralatan, baik mesin maupun non mesin dengan tujuan memperpanjang usia penggunaan kapal.
Selain itu, jelas Andayani, juga dilakukan ramp check kapal penumpang. Tujuannya adalah memastikan kelaik lautan kapal baik dari aspek teknis, aspek keselamatan dan aspek administrasi.
Sejatinya, kata Andayani, pemeliharaan kapal direncanakan berdasarkan pertimbangan tidak mengganggu operasi kapal dan ketersediaan peralatan, material serta tetap harus mempertimbangkan waktu pelaksanaannya.

Mudik Gratis Sepeda Motor
Pelni akan menyelenggarakan mudik sepeda motor gratis Jakarta – Semarang yang akan dilayani KM Dobonsolo sebanyak 4 calls yaitu dua calls Jakarta – Semarang, dan dua calls Semarang – Jakarta. Andayani mengatakan, kapasitas mudik gratis sebanyak 2.400 orang dan 1.200 unit kendaraan dalam satu kali keberangkatan.
Andayani menjelaskan, langkah strategis kesiapan armada diantaranya melakukan monitoring ketersediaan BBM, seluruh kapal beriperasi pada periode peak seasion dan tidak ada yang melaksanakan docking. Selain itu, Pelni juga melakukan penyesuaian rute dan jadwal kapal untuk mengakomodasi lonjakan penumpang pada ruas tertentu.
Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Direktur Usaha Angkutan Penumpang Nuraini Dessy W, Direktur Armada dan Teknik Robert MP Sinaga, dan Direktur Usaha Angkutan Barang & Tol Laut Kokok Susanto. (son)










