Press "Enter" to skip to content

Menparekraf Apresiasi Konsep Pariwisata Berbasis Heritage Kota Semarang

Media Social Share

SEMARANG, BISNISJAKARTA.ID –  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,  Sandiaga Uno menyebut saat ini pariwisata sudah bertransformasi menjadi lebih berkualitas. Sektor pariwisata juga telah menciptakan enam kali lipat lapangan pekerjaan dibandingkan industri lainnya. Salah satunya adalah eksplorasi wisata berbasis heritage di Kota Semarang yang mempunyai banyak gedung kuno dan menjadi bagian dari kebangkitan ekonomi kreatif.

Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif ini akan betul-betul membuka peluang ekonomi di masyarakat khususnya di perkotaan dengan konsep baru yaitu wisata berbasis hwritage. “Jadi gedung-gedung yang rusak harus dipertahankan buat foto-foto dan ternyata nilainya sangat besar,” katanya dalam Dialog Exclusive Ekraf bersama Kadin Jawa Tengah di Menara Suara Merdeka, Sabtu (22/1) malam.

Sandiaga Uno berharap pelaku pariwisata akan mampu mengambil peluang tersebut agar pariwisata di Kota Semarang bisa benar-benar berkembang. “Kuncinya adalah inovasi adaptasi dan kolaborasi. Inovasi dengan big data. Adaptasi sesuai dengan protokol kesehatan dan terakhir kolaborasi tidak hanya sektoral tapi semuanya,” ungkapnya.

Terhadap keluhan kalangan industri pariwisata yang merasakan dampak covid-19 yang luar biasa, Sandiaga Uno melihat kondisi pariwisata saat ini sudah mulai membaik. Terbukti akupansi hotel di Semarang yang rata-rata di atas 60 persen. “Pesawat saya tadi sampai muter-muter hingga 30 menit karena belum dapat slot untuk landing,” kata Sandi.

Sandi juga berharap kalangan industri memanfaatkan program pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Ia mengungkapkan, tahun lalu Kemenparekraf memiliki program pemulihan ekonomi yang menyentuh kalangan tenaga kesehatan (nakes). “Jadi hotel-hotel kita bantu dengan penempatan nakes di hotel, sehingga restoran juga terbantu,” kata Sandiaga Uno.

Menparekraf mengakui, tahun lalu beberapa program pemulihan ekonomi pada sektor pariwisata tidak terserap secara optimal, dan realitas tersebut dapat dipahami karena singkatnya waktu sosialisasi. Oleh karena itu, Sandiaga Uno berharap, kalangan industri pariwisata mengajukan program agar dapat diakomodasikan dalam program pemulihan ekonomi nasional bulan Februari ini. “Mudah-mudahan program ini tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu,” kata Sandi.

Terhadap pandemi vovid-19 khususnya barian Omicron, Sandi mendapatkan informasih bahwa angkanya memang meningkat signifikan, tetapi dari segi jumlah vatalitasnya rendah. Oleh karena itu, Sandi berharap kalangan industri bereaksi berlebihan, dan nantinya pemerintah akan membuat guideline atau panduan dalam menyikapi varian Omicron ini. “Saya berharap, ini menjadi varian terakhir, sehingga tahun ini kepariwisataan nasional bisa bangkit,” pungkap Sandiaga Uno. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.