Press "Enter" to skip to content

Kemenhub Kaji Program Motis di Wilayah Sumbagsel

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Kementerian Perhubungan akan mengkaji program mudik motor gratis (motis) menggunakan kereta api untuk Wilayah Sumbagsel. “Kita akan kaji dulu, seberapa besar animo masyarakat untuk mengikuti program Motis ini di tahun-tahun mendatang,” kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Arif Anwar dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (1/3).

Anwar mengatakan, Pendaftaran Angkutan Motis dengan Fasilitas tiket KA Motis Tambahan Lebaran akn dilayani mulai dari Stasiun Cilegon, Jakarta Gudang, Tangerang, Depok Baru, Bekasi, Kiaracondong, Kutoarjo, Lempuyangan, Purwosari, Semarang Tawang, Madiun, Cirebonprujakan, Tegal, Pekalongan, Purwokerto, Kroya, Gombong, Kebumen. Sedangkan waktu pendaftaran mulai 4 Maret – 18 April 2024.

Menurut Anwar, ada beberapa pilihan kereta penumpang KA Motis Utara yang berangkat atau naik dari Stasiun Cilegon dan turun di Stasiun Cirebonprujakan dikenakan tarif Rp 10.000, namun akan dikenakan tarif Rp 20.000 apabila berhenti atau turun melewati Stasiun Cirebonprujakan.

Penumpang KA Motis Tengah yang berangkat atau naik dari Stasiun Pasarsenen dan turun di Stasiun Cirebonprujakan dikenakan tarif Rp 10.000, namun akan dikenakan tarif Rp 20.000 apabila berhenti atau turun melewati Stasiun Cirebonprujakan.

Sedangkan penumpang KA Motis Selatan yang berangkat atau naik dari Stasiun Pasarsenen dan turun di Stasiun Kiaracondong dikenakan tarif Rp 10.000 namun akan dikenakan tarif Rp 20.000 apabila berhenti atau turun melewati Stasiun Kiaracondong.

Menyinggung anggaran program Motis mwnggunakan kereta tahun ini, Anwar mengatakan, anggaran bersumber dari Kementerian Perhubungan dengan anggaran mencapai Rp 9 miliar. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.