JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Indonesian National Ferryowners Assosiation (INFA) memperluas lingkup kegiatan dan anggotanya, dari semula hanya perkumpulan para pemilik kapal ferry nasional Indonesia, kini menjadi perkumpulan para pemilik kapal ferry dan pemilik atau badan usaha pelabuhan penyeberangan. Oleh karena itu, identitas asosiasi berupa nama dan logonya juga berubah menjadi Indonesian National Ferry & Port Owners Associations (INFA & PORT).
Ketua DPP Asosiasi INFA & Port JA Barata disela-sela Launching & Rebranding dan Focus Group Discussion INFA & Port di Jakarta, Rabu (22/11) mengatakan, perubahan ini merupakan tuntutan dan kebutuhan usaha yang mengkaitkan antara sarana dan prasarana seperti yang tercakup dalam kegiatan transportasi sungai, danau dan penyeberangan.
INFA & PORT, jelas Barata, bertujuan membantu mewuudkan kedaulatan wilayah NKRI dan kedaulatan ekonomi bangsa melalui pemberdayaan kegiatan usaha transportasi sungai, danau dan penyeberangan. Para anggota INFA & PORT didorong untuk memberikan kontribusi maksimal kepada negara dengan melaksanakan standar keselamatan dan pelayanan yang telah ditetapkan.
Barata menjelaskan, asosiasi INFA & PORT berkomitmen untuk menjadikan organisasi dan seluruh anggotanya bersifat terbuka dalam memperjuangkan kepentingan keselamatan, pelayanan dan usaha serta menjadi mitra pengembangan maritime. “Rebranding Asosiasi INFA & PORT merupakan upaya untuk mengubah dan memperbaharui identitas,” ungkap Barata.
Selain itu, kata Barata, rebranding INFA & PORT ini bertujuan untuk membentuk citra dan merefleksikan perubahan identitas berupa nama dan logo agar lebih representative dan perubahan logo sebagai pembeda dan pemberi informasi kepada publik agar lebih mudah dikenali. “Perubahan identitas ini untuk memberikan nilai tambah bagi Asosiasi INFA & PORT,” tambah Barata.

Asosiasi INFA & PORT memperkenalkan kepada masyarakat brand baru identitas berupa nama dan logo agar dapat memberikan karakteristik yang lebih baik. Dengan identitas yang baru INFA & PORT dapat menciptakan diferensiasi yang lebih menarik dan memberikan nilai tambah.
Sejak didirikan, papar Barata, INFA & PORT mengalami perjalanan dengan gelombang naik turun, baik dari segi eksistensinya maupun anggotanya. Namun dengan dedikasi dan disiplin yang ditunjukkan organisasi ini dapat tumbuh dengan baik.
Dari sebelumnya jumlah anggota delapan perusahaan dengan 67 unit kapal ferry, saat ini INFA PORT memiliki anggota 11 (sebelas) perusahaan dengan jumlah 83 unit kapal penyeberangan serta 18 pelabuhan penyeberangan yang tersebar di wilayah NKRI.
Barata mengatakan, INFA & PORT telah menjadi bagian dari mitra kerja Kementerian Perhubungan dan mitra kerja BPH Migas untuk bidang transportasi sungai, danau dan penyeberangan. Asosiasi INFA & PORT berperan penting sebagai partner komunikasi yang turut merumuskan berbagai kebijakan pemerintah, membantu terselenggarannya transportasi sungai, danau dan penyeberangan nasional yang terpadu dalam iklim usaha yang kondusif dalam rangka memberikan pelayanan kepada pemakai jasa di seluruh wilayah NKRI.

Focus Group Discussion
Terkait dengan Focus Group Discussion yang mengambil Tema Peran INFA & PORT Dalam Memajukan Industri Transpotasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Nasional, disampaikan beberapa pembicara yang mengetengahkan beberapa topik yaitu Penyempurnaan Regulasi Untuk Menciptakan Zero Accident Pada
Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan. Regulasi yang sudah ada, namun perkembangan ilmu dan teknologi telah menghadapkan kita tentang adanya barang-barang yang belum terantisipasi dalam regulasi yang telah terbentuk sebelumnya.
Untuk itu, penyempurnaan regulasi perlu mendapat perhatian. Contoh kasus perlunya tata cara pengangkutan kendaraan listrik yang menggunakan baterai agar tidak menimbulkan bahaya.
Upaya Menciptakan Pelabuhan Penyeberangan Yang Rama lingkungan (Green Port). Beberapa Pelabuhan Penyeberangan telah diperluas dan diatur sedemikian rupa menjadi lebih steril, lebih terklasifikasi dan bersih, srta lebih ramah lingkungan. Seperti apa konsep pelabuhan penyeberangan ke depan.
Prosedur Pemeriksaan Accident pada Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan dan Optimasi kelancaran operasional kapal dan Pelabuhan Penyeberangan. Untuk memperjelas klasifikasi accidebt dan tentang ‘siapa ? yang melakukan apa ?’ terhadap accident tersebut serta bagaimana pertimbangan optimasi operasional kapal dan pelabuhan penyeberangan guna tetap mempertahankan kelancaran pelayanan kepada masyarakat dan memperhatikan kepentingan kelanjutan usaha.

Upaya Peningkatan kecelamatan Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan terkait dengan muatan Angkutan barang berbahaya (Selain B3). Selain Kendaraan dengan muatan Angkutan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), munculnya bateraipada kendaraan bermotor listrik yang diangkut pada kapalferry telah menyadarkan kita untuk mewaspadai sebagai barang yang rentan menimbulkan bahaya jika tidak memenuhi syarat dalam tata cara pemuatannya.
Seperti apa sebaiknya kendaraan listrik (menggunakan baterai)itu ditata cara muatnya pada pengangkutan kapal ferry ?. Peran INFA & PORT Dalam Memajukan Industri Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Nasional.
Semakin kedepan Asosiasi di lingkungan Transportasi SD semakin terasa penting. Asosiasi bukan hanya organisasi perkumpulan para anggota saja. Namun asosiasi harus memainkan peranannya membantu, memudahkan, memurahkan, membangun komitmen, dan menjalin kesepakatan dengan mitra kerja yang menyediakan keperluan atau kebutuhan rutin para anggotanya (Tarif yang memadai, Ketersediaan BBM, Kebutuhan Diklat untuk crew dan Non crew kapal, dsb). (son)










