SEMENJAK pandemi Covid-19, wisatawan banyak memilih liburan di alam terbuka seperti gunung, danau dan pantai. Tak jauh dari Kota Muara Rupit, terdapat danau nan indah mempesona di Kabupaten Musirawas Utara, Danau Rayo. Dan hanya berjarak satu jam dari Bandara Silampari, Lubuk Linggau – Sumatra Selatan, wisatawan diyakini akan betah berlama-nama menikmati indahnya ciptaan penguasa alam ini.
Dengan aplikasi Google Maps, cukup ketik Danau Rayo, wisatawan langsung dipandu menuju hidden gems alias permata tersembunyi di Kabupaten Muratara ini. Melintasi perkampungan dan kebun karet warga dengan jalan aspal mulus, wisatawan akan menjumpai destinasi alam dengan panorama yang menakjubkan.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rusli Zainal mengatakan, memiliki daya tarik yang aduhai, danau yang airnya bening dan jernih menjadi spot foto favorit para wisatawa. Pada sore hari atau pagi hari, pancaran sinar matahari membangunkan gairah wisatawan untuk bermain air.

Bagi yang pernah menyambangi Pulau Bali, Danau Rayo ini identik dengan Danau Tamblingan dan Danau Buyan di Kabupaten Tabanan atau Danau Batur di Kintamani, Kabupaten Bangli. Layaknya danau, airnya tampak tenang, sesekali bergelombang diterpa angin kecang.
Cara mencapai objek wisata Danau Rayo sangat gampang. Jika wisatawan dari Jakarta atau kota-kota di Sumbagsel, Kota Lubuk Linggau dapat menjadi meeting poin dengan tour operator atau agen open trip yang telah dipercaya. Sedangkan jika wisatawan dari Provinsi Jambi atau kota-kota Sumatra bagian tengah lainnya, kota Muara Rupit menjadi titik atau meeting point yang berjarak belasan kilometer dari lokasi.
Menurut Rusli, danau alami ini menyajikan sejumlah atraksi air. Lazimnya di tempat wisata laut dan pantai, wisatawan diajak bermain air dengan resiko basah-basahan. Bermain kano, banana boat, dan memancing menjadi atraksi menarik dan pilihan banyak wisatawan. “Terbatasnya dana dan belum maksimalnya Pemkab Muratara mengekspolasi destinasi wisata ini, menyebabkan beberapa pilihan atrakai belum tersaji di sini. Memerlukan dana yang tak sedikit untuk menjadikan Danau Rayo sebagai destinasi utama di Sumsel,” kata alumnus SMP Ampera Karang Dapo ini.

Rusli memastikan, dalam tahun ini juga akan tersaji jogging trak yang melintasi bibir danau, dan jalan lingkar danau tengah dibangun untuk memberikan gairah wisatawan menikmati pemandangan alam Danau Rayo dari perspektif lainnya. “Kita harapkan jalan lingkar itu segera rampung untuk memberikan akses, dan nantinya wisatawan lebih deket mencapai Jalan Lintas Sumatra,” jelasnya.
Juga sedang dipikirkan untuk membangun flying fox pada beberapa titik agar wisatawan dapat dengan mudah mencapai bibir danau dari atas tebing, selain lewat tangga dengan anak tangga yang cukup banyak, untuk memberikan nuansa lain menuruni tebing menuju bibir danau.
Pengelola Danau Rayo pun mengundang wisatawan untuk bermalam disana. “Bagi wisatawan yang ingin bermalam di sini dapat menggunakan homestay yang tersedia. Bahkan dalam waktu dekat, akan dibangun sejumlah homestay tidak hanya untuk wisatawan luar daerah, tetapi juga bagi kegiatan meeting baik unsur pemerintah maupun swasta. Wisatawan pun dapat menikmati fasilitas MCK dan tempat ibadah (sholat) yang bersih dan rapih.

Ide besar lainnya yang sedang diwacanakan untuk mempromosikan destinasi wisata Danau Rayo, kata Rusli, pihaknya tengah membahas lomba mancing tingkat nasional. Dengan hadiah mobil mewah yang diapungkan di tengah danau, diyakini banyak penghobi mancing alias mancing maniak tertarik untuk datang dan ikut berlomba.
Rusli mengatakan, saat ini Danau Rayo sangat alami dan ikan yang menghuni danau seluas 100 hektar lebih dengan kedalaman lebih dari 15 meter itu berbagi jenis mulai dari ikan patin, ikan baung, ikan lele dan berbagai jenis ikan air tawar lainnya. Bahkan jika ide ini terealisasi, sebelum digelar lomba akan ditaruh ikan dalam jumlah yang lebih banyak lagi. “Tentu kita perlu dukungan semua pihak untuk suksesnya acara seperti ini,” kata Rusli.
Dalam kondisi pandemi seperti saat ini, pihak pengelola pun telah menyiapkan standard protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan tanda jaga jarak. “Kami pun menyiapkan petugas untuk kenyamanan para wisatawan selama beraktivitas di Danau Rayo,” papar pria asli Desa Biaro Baru ini. (son)










