Press "Enter" to skip to content

Tiket Kereta Api Andalan Celebes Murah Banget

Media Social Share

MAKASSAR, BISNISJAKARTA.ID – Bangga. Begitulah yang dirasakan masyarakat Sulawesi atas pengoperasian Kereta Api Andalan Celebes, yang merupakan kereta api pertama di Pulau Sulawesi. Selain aman dan nyaman, tarif kereta juga dirasakan sangat murah. Murah banget, Rp 5.000 – 10.000.

Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan mengoperasikan kereta api secara berbayar mulai tanggal 1 juni 2023. Pemberlakuan tarif tersebut ditetapkan berdasarkan kajian Ability To Pay (kemampuan membayar) dan Wilingness To Pay (keinginan membayar).

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal saat berbicara dengan wartawan peserta Presstour Forwahub-Ditjen Perkeretaapian di Makassar, Kamis (13/6) mengatakan, mengingat pengoperasian kereta api pertama di Sulawesi ini tergolong kereta perintis, maka segala biaya operasional kereta dibebankan kepada negara. “Jadi ada beberapa kriteria, dan karena ini kereta perintis, biaya operasional dibebankan pada negara,” ungkap Risal.

Risal mengatakan, Kereta Api Makassar-Parepare merupakan tahap pertama dari proyek strategis nasional Trans Sulawesi yang akan terhubung hingga Manado, Sulawesi Utara. Saat ini, Kereta Api Makassar-Parepare bisa digunakan untuk rute Maros-Garongkong sepanjang 110 kilometer, dengan kapasitas penumpang 280 orang dan 9 stasiun.

Jalur kereta api perintis di Sulsel ini sementara melintasi sepuluh stasiun dengan melayani rute Stasiun Mandai di Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros – Stasiun Maros – Stasiun Rammang Rammang – Stasiun Pangkajene – Stasiun Labakkang – Stasiun Ma’rang – Stasiun Mandalle – Stasiun Tanete Rilau – Stasiun Barru hingga Stasiun Garongkong di Kecamatan Palanro, Kabupaten Barru yang berbatasan dengan Kota Parepare.

Truk Kereta Barang

Untuk jangka panjang, Risal mengatakan, nantinya akan dioperasikan kereta yang bisa mengangkut truk barang. “Untuk angkutan barang, kami akan coba dengan konsep rola atau tidak menurunkan barang. Maksudnya, barang dari pabrik langsung dinaikkan ke truk dan di stasiun KA, truk itu naik KA untuk dibawa ke pelabuhan di  Garongkong,” jelas Risal.

Risal mengatakan, di pelabuhan Garongkong, barang diturunkan dan dinaikkan ke kapal untuk diangkut ke  pelabuhan-pelabuhan lain. Ada juga yang truknya langsung diangkut kapal. Sebaliknya, truk akan kembali ke pabrik diisi dengan barang pendukung pabrik, seperti batu bara, semen dan sebagainya. “Konsep rola itu, truk dalam kondisi full, pergi bawa produk pabrik, pulang bawa bahan untuk pabrik,” jelas Risal.

Namun saat ini, kata Risal, prasarana relnya baru sampai Stasiun Mandai. Untuk merealisasikan angkutan truk barang atau logistik itu, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan akan mengadakan 20 rangkaian KA datar yang bisa mengangkut 40 truk logistik.

Risal menambahkan, bukan cuma produk semen yang bisa dimobilisasi dari Sulawesi Selatan dengan konsep rola itu, tapi juga produk pertanian. “Saat ini sudah ada operator KA yang akan mengelola angkutan truk logistik itu. Namanya, KA Indonesia Timur dan sudah siap. Konsep rola juga sudah disiapkan, termasuk pembiayaan dan lainnya,” ucap Risal. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.