Press "Enter" to skip to content

STF Bali, Bahas Transportasi Perkotaan Berkelanjutan

Media Social Share

NUSA DUA, BISNISJAKARTA.ID – Untuk mendorong kemajuan dan perkembangan transportasi berkelanjutan di perkotaan Indonesia, perlu dilakukan percepatan transisi menuju transportasi berkelanjutan. Sejumlah hal terkait transportasi berkelanjutan dibahas dalam Sustainable Transportation Forum atau STF 2022 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (23/10) mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, GIZ SUTRI NAMA & INDOBUS, dan ITDP Indonesia yang telah turut andil membantu kemajuan dan perkembangan transportasi berkelanjutan di perkotaan Indonesia. Salah satu dari sekian banyak dukungan yang telah diberikan adalah melalui rangkaian acara Sustainable Transportation Forum 2022.

Sebagaimana diketahui bahwa mobilitas perkotaan menghadapi banyak permasalahan, mulai dari jaringan transportasi umum yang terbatas, peningkatan jumlah kendaraan pribadi secara masif, kemacetan, dan permasalahan lainnya. Berbagai permasalahan ini tentu menimbulkan banyak dampak buruk dan kerugian dari segi lingkungan maupun ekonomi.

Sementara itu, kata Hendro, pengembangan transportasi umum perkotaan juga menemukan banyak tantangan, diantaranya kurangnya kelembagaan yang efektif dan integrasi rencana transportasi perkotaan, serta kapasitas fiskal masing-masing daerah.

Acara STF 2022 ini bertujuan untuk menampung dan berbagi praktik terbaik dalam transportasi perkotaan yang berkelanjutan serta menyelaraskan manajemen dan kebijakan transportasi perkotaan yang terintegrasi oleh para aktor transportasi Indonesia maupun dunia.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kesempatan yang baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, mitra pembangunan, dan stakeholder lain untuk dapat berkolaborasi mewujudkan transportasi berkelanjutan di kawasan perkotaan Indonesia.

Sementara itu, Direktur Angkutan Jalan Suharto yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah pusat akan mendorong angkutan umum sebagai saran mobilisasi masyarakat melalui kebijakan yang diterbitkan. “Kita semua mengakui bahwa dengan meningkatnya harga BBM dan tingginya penggunaan kendaraan pribadi,” katanya.

Angkutan umum diharapkan menjadi solusi. Pembangunan infrastruktur transportasi saat ini masih sangat rendah, rata-rata di bawah 1%. Sedangkan pertumbuhan kendaraan pribadi di atas 8%. Tentunya tidak mungkin pertumbuhan prasarana akan sejajar dengan pertumbuhan sarana, mak yang terjadi adalah kemacetan.

Saat ini, menurut Suharto, ada beberapa program pemerintah yang sejalan dengan program dari negara maju lainnya seperti usaha menekan polusi tinggi dengan penggunaan angkutan umum. “Ke depannya akan kita gunakan angkutan umum ramah lingkungan yaitu tidak hanya menggunakan angkutan umum berbahan bakar fosil tapi juga  menggunakan kendaraan berbahan bakar baterai atau listrik,” kata Suharto. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.