Press "Enter" to skip to content

SKK Migas Targetkan Investasi Rp 242 Triliun

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – SKK Migas menargetkan nilai investasi sebesar US$16.1 miliar atau Rp 242 Triliun, yang artinya terjadi peningkatan investasi sebesar 17% dibandingkan tahun  lalu, yang tercatat sebesar US$13.7 miliar atau sebesar Rp 206 Triliun. Hal tersebut dikatakan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pada acara Supply Chain Management and National Capacity Summit 2024 di Jakarta, Rabu (14/8).

Dwi mengatakan, SKK Migas secara mesif melakukan pengembangann pengeboran. Tahun ini, kata dia, ditargetkan mampu mencapai 932 sumur, atau naik sebesar 388% dari realisasi tahun 2020 yang hanya mencapai 240 sumur. Portfolio Industri Hulu Migas hingga tahun 2029 nanti, telah memiliki 141 Proyekdengan total investasi US$ 36.25 Miliar atau setara Rp 543 Triliun, yang terdiri dari 6 Proyek Strategis Nasional dengan total investasi sebesar US$ 32.47 Miliar atau sebesar Rp 487 Triliun, dan 135 Proyek Non PSN, dengan nilai total nilai investasi sebesar US$ 3.78 Miliaratau sebesar Rp 57 Triliun,

 

Dwi mengatakan, selama gelaran Supply Chain & National Capacity Summitakan dilkukan penandatanganan 8 Contract Signing dengan total nilai mencapai US$ 428 juta atau setara dengan Rp 6,7 triliun, 1 MoU Signing, 2 Perjanjian Kerja Sama, dan 10 GSA Signing dengan total nilai US$ 1.2 miliar atau setara dengan Rp 18,9 triliun.

Seluruh rangkaian acara ini fokus untuk membahas penguatan rantai suplai industri hulu migas melalui pengembangan kapasitas nasional. Perlu diketahui bahwa persentase capaian TKDN per 31 Juli 2024 adalah sebesar 61,15% atau diatas target komitmen TKDN tahun 2024  sebesar 57%.

Rantai suplai yang efektif dan efisien merupakan pondasi dari pencapaian industri migas. Oleh karena itu, SKK Migas harus memastikan bahwa rantai suplai tidak hanya tangguh dalam menghadapi ketidakpastian, tetapi juga cukup fleksibel untuk beradaptasi dengan perubahan pasar global dan kebutuhan domestik.

 

Salah satu hal yang sangat powerful untuk mendukung hal tersebut adalah transformasi digital dalam pengelolaan rantai suplai dan peningkatan kapasitas nasional. Digitalisasi pengelolaan rantai suplai merupakan salah satu pilarRencana Strategis hulu migas dan selaras dengan arahan Pemerintah. Untuk itu, SKK Migas mengimplementasikan IOG E-Commerce yang dimulai untuk pengadaan barang atau peralatan dengan nilai sampai Rp 1 miliar.

 

Inisiatif ini diharapkan tidak hanya mempercepat pengadaan dan memperluas informasi ketersediaan kebutuhan operasi tetapi juga membuka pasar lebih luas bagi penyedia barang mulai tingkat provinsi sampai di tingkat nasional. Diharapkan, pasar yang lebih terbuka akan menciptakan kompetisi yang sehat, efisien dan harga yang wajar.

Selain itu, ekosistem pendukung IOG e-commerce diharapkan tumbuh seiring dengan intensitas transaksi, dengan fokus pada pengutamaan produk dalam negeri dan peningkatan multiplier effect.

Dwi berharap Supply Chain Management and National Capacity Summit 2024 ini dapat memperkuat sinergi yang sudah terjalin antara industri hulu migas dan para pemangku kepentingan sehingga dapat menyatukan arah dan kontribusi dalam meningkatkan ketahanan energi serta multiplier effect bagi ekonomi dan kemajuan Indonesia. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.