Press "Enter" to skip to content

Sikapi Peningkatan Produksi, Pemerintah Bangun Infrastruktur Gas

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, peningkatan produksi gas belum diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur gas, akibatnya di Jawa Timur terjadi kelebihan gas mencapai 150 MMSCFD yang tidak bisa diproduksi karena tidak ada yang menyerap, hal sama juga terjadi di Natuna. Hal tersebut diungkapkannya saat perayaan 22 Tahu  SKK Migas di Jakarta, Selasa (16/7).

Dwi menambahkan bahwa saat ini Pemerintah telah memberikan perhatian untuk pembangunan infrstruktur gas sepertiproyek pipa gas Dumai-Sei Mangke dan penyelesaian proyek pipaCisem II. “Jika Sumatera, Jawa hingga Bali sudah terhubunginfrastruktur gas, maka potensi gas yang ada dapat lebihdioptimalkan, dan kebutuhan industri pengguna gas dapat dipenuhi,” kata Dwi.

SKK Migas juga telah menyelesaikan proyek-proyek besar seperti Lapangan Jangkrik, Lapangan Jambaran Tiung Biru, dan Tangguh Train 3. Selain itu kegiatan usaha hulu migas, seperti pengeboran dan eksekusi proyek, turut menciptakan multiplier effectbagi industri lain melalui penerapan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai Rp 76,5 triliun pada tahun 2023 dan penyediaan lapangan kerja untuk 150 ribu pekerja. Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola oleh sektor hulu migas kini bernilai US$ 67,7 miliar atau, jika dikonversi dengan kurs saat perolehan aset, setara dengan Rp 621 triliun.

Terkait kiprah indusri hulu migas dimasa yang akan datang, Dwi menyampaikan hulu migas telah memiliki Long Term Plan (LTP) yang merupakan rencana jangka menengah dan panjang kita untuk merealisaikan produksi 1 juta BOPD dan 12 BSCFD. LTP inidiupayakan melalui empat strategi, yaitu Improving Existing Asset Value, Transformation Resources to Production, Waterflood and Enhanced Oil Recovery, dan Exploration for Giant Discovery denganrencana proyek mencapai 138 proyek hulu migas dari tahun 2024 hingga 2029.

Proyek-proyek ini akan membutuhkan total investasi senilai Rp543 triliun. “Besarnya investasi hingga 2029 menunjukkanbahwa industri hulu migas tetap berkembang ditengah transisienergi untuk memastikan kecukupan pasokan energi dimasa yang akan datang,” imbuhnya.

Dwi mengingatkan kepada seluruh insan hulu migas, agar dengan pencapaian yang ada tidak membuat menjadi jumawa, karena tantangan yang menanti industri hulu migas ke depan lebih berat. Kebutuhan migas akan terus meningkat secara volume. Peningkatan ini terutama karena migas masih sangat dibutuhkan tidak hanya untuk sektor energi, tetapi juga sebagai bahan bakuatau feedstock bagi industri petrokimia. “Saya mengharapkankomitmen yang diimplementasikan dalam kerja keras, kerja nyata, dan terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi”, ujarnya memberikan pesan kepada insan hulu migas.

Dia juga mengingatkan kembali seluruh pekerja SKK Migas dan KKKS bahwa LTP ini adalah komitmen bersama yang harus ditepati, karena pencapaian LTP sangat krusial bagi ketahanan energiIndonesia. “Kontribusi kita semua dalam mewujudkan LTP merupakan bentuk bakti dan pengabdian kita untuk negeri dimasayang akan datang, imbuhnya.

Dwi mengajak seluruh insan hulu migas untuk terus berbenah dan memperbaiki diri dan minta agar industri hulu migas tidak bisa lagibekerja dengan cara-cara yang lama. “Marilah kita adopsi mindsetbaru yang akan memperkuat cara-cara kerja kita yaitu Having A Sense of Urgency and Sense of Crisis; Innovative dan Result-Oriented; dan Collaborative,” kata Dwi.

Pada kesempatan tersebut, Dwi juga menyampaikan harapan indusri hulu migas yaitu percepatan disahkannya UU Migas yang akan memberi kepastian hukum bagi bisnis ini. Dia menyampaikan kepada para pemangku kepentingan bahwa SKK Migas dan para KKKS siap untuk duduk bersama dan mendiskusikan poin-poin harapan tersebut sehingga ditemukan solusi yang baik bagi semua. “UU Migas akan menjadi payung dan mendorong terlaksananyarencana-rencana besar dalam LTP dan mendukung keberlanjutanindustri ini hingga berpuluh-puluh tahun kedepan,” pungkas Dwi. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.