Press "Enter" to skip to content

PIP Semarang Pastikan, Semua Lulusan Terserap di Dunia Kerja

Media Social Share

SEMARANG, BISNISJAKARTA.ID – Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang memastikan semua lulusan terserap di dunia kerja. Tak hanya di dalam negeri, mereka banyak yng diterima di kapal asing.  “Maksimal selama enam bulan setelah diwisuda, mereka semua sudah terserap di dunia kerja baik di dalam negeri maupun luar negeri,” kata Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang Capt. Dian Wahdiana saat presstour dan Bedah Buku Pelaut Goes to Campus di Semarang, Jumat (28/1).

Presstour yang digagas Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub bekerjasama dengan Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) dengan tema Dolanan Ning Semarang dibuka Plt Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Arif Toha secara online. Sementara hadir sebagai pembiacara selain Dian Wahdiana, juga hadir Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ahmad Wahid, dan Kepala KSOP Kelas I Tanjung Emas M. Tohir.

Dian menjelaskan, pada masa Pandemi Covid-19 ini memang ada sedikit kendala ketika lulusan hendak bekerja di kapal. Seperti mereka harus menjalani karantina yang memerlukan waktu cukup lama, tetapi pada dasarnya mereka langsung dapat kerja. Sebaliknya, jika pada periode tertentu mereka belum mendapat pekerjaan atau berlayar, pengurus alumni akan memberikan jalan kepada mereka untuk mendapatkan pekerjaan.

Dian mengatakan, PIP Semarang yng setiap tahunnya mewisuda 400 orang merupakan lembaga diklat yang senantiasa meningkatkan kualitas pendidikan guna menciptakan lulusan yang kompeten di bidang pelayaran, dan mereka selalu berusaha untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi berpesan bahwa SDM merupakan kunci dalam kemajuan transportasi.  Sehingga lembaga pendidikan transportasi harus tampil sebagai garda terdepan dalam mencetak SDM yang unggul dan kompetitif di masa depan. 

Buku Pelaut Goes to Campus

Sesuai dengan Jumlah Penerimaan taruna PIP Semarang tiap tahun berdasarkan Program Studi Nautika dan Teknika yang rata-rata tiap tahun sekitar 300 Orang taruna. Sehingga juga dibutuhkan Buku Pelaut sejumlah 300-an Buah Buku Pelaut sesuai jumlah Taruna.

Dan, apabila pelaksanaan dilaksanakan di kampus maka akan mempermudah dalam proses pelaksanaannya sehingga lebih cepat, dan efektif serta lebih sedikit resiko yang akan terjadi baik dalam hal keselamatan maupun keamanannya, jika di bandingkan taruna yang datang langsung ke KSOP.

Tahun lalu Kegiatan Buku pelaut On Campus Sudah terlaksana dengan baik. PIP Semarang tahun 2021 telah mendapatkan kemudahan dalam pembuatan Buku pelaut goes to campus sejumlah 339 buah terdiri dari Nautika sebanyak 171 buah dan Teknika sebanyak 168 buah. Untuk tahun 2022, PIP Semarang akan membuat Buku pelaut sebanyak 167 buah untuk Nautika dan 143 buah untuk Teknika.

Sementara itu, Proses Pembuatan Buku Pelaut Goes To Campus dilakukan melalui mekanisme Membuat Surat Permohonan kepada Kepala KSOP Kelas I Tanjung Emas, Melengkapi Syarat-syarat yang dibutuhkan dalam Pembuatan Buku Pelaut antara lain: Akta Kelahiran, Ijazah terakhir, KTP, Basic Safety Training (BST), Sertifikat Kesehatan dengan Logo Garuda Semarang.

Tim KSOP Melakukan Pengecekan Lokasi (Jaringan Internet, Pencahayaan untuk Foto, dan Ruangan), Proses Pembuatan Buku Pelaut (Verifikasi Berkas, Wawancara dan Pengambilan Foto), Buku Pelaut Siap untuk diantar Ke Kampus PIP Semarang.

Sementara Proses Pembuatan Buku Pelaut Saat Ini. Tahapan atau proses pembuatan Buku Pelaut yang sudah terlaksana sampai saat ini adalah Pihak KSOP sebagai Penunjukan Langsung dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) dalam Pembuatan Buku Pelaut, datang ke kampus-kampus termasuk PIP Semarang.

Dan beberapa tahun ini, proses pembuatan buku pelaut di laksanakan di Kampus PIP Semarang, dengan terlebih dahulu di berikan penjelasan singkat/ sosialisasi dari pihak KSOP terkait dengan BUKU PELAUT itu sendiri. Sehingga taruna sebagai calon Pelaut di atas kapal lebih mudah dalam memahami. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.