SURABAYA, BISNISJAKARTA.ID – DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Surabaya berhasil menekan angka kecelakaan kapal melalui berbagai langkah persuasif. “Kampanye keselamatan pelayaran semakin meningkatkan kesadaran untuk menjaga keselamatan di laut dan memastikan setiap perjalanan di laut aman dan nyaman,” kata Ketua DPC INSA Surabaya Steven Lesawengen saat tampil sebagai nara sumber pada Media Gathering Forwahub di Surabaya, Senin (24/6).
Hadir pula sebagai nara sumber Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Perak Agustinus Maun. Diskusi digelar berkaitan dengan peringatan Hari Pelaut Sedunia Tahun 2024 dimana International Maritime Organization (IMO) mengusung tema Safety Tips At Sea dan Sub tema Healthy and Happy Seafarers for Safeships.
Steven mengungkapkan, saat ini kapal anggota INSA mencapai 17.000-an dan sepanjang 17 tahun terakhir jumlah kecelakaan kapal mencapai 221 kejadian, maka kalau melihat angka kecelakaan tersebut bisa dikatakan bahwa INSA sudah berhasil menekan angka kecelakaan kapal. “Bisa dikatakan angka kecelakaan kapal sangat kecil dibandingkan dengan jumlah kapannyang beroperasi,” ungkap Steven.
Ia menjelaskan dari jumlah kecelakaan itupun hanya menimpa kapal-kapal tertentu dimana tingkat pengawasan terhadap muatan kapal tidak begitu ketat. Contohnya kapal RoRo yang selama ini banyak memuat kendaraan dan barang yang beresiko. “Ada muatan kapal yang mengandung resiko tinggi dimana ketika muatan kapal itu tersentuh air akan menimbulkan kebakaran,” ungkapnya seraya mengatakan, untuk kapal-kapal yang mengangkut kontainer hampir dipastikan tidak pernah terjadi kecelakaan.
Steven berharap, pemerintahan baru nantinya lebih fokus mencari solusi bagaimana cost operasional kapal RoRo lebih murah. Hal ini dirasakan penting agar muatan kapal RoRo yang umumnya komoditas atau kebutuhan masyarakat di wilayah tertinggal, terluar, terdepan, dan perbatasan (3TP) lebih terjangkau. “Inilah yang akan dilakukan pemerintah bagaimana disparitas harga itu dapat diminimalisir,” kata Steven.

Safety Tips At Sea
Agustinus menambahkan, keselamatan pelayaran adalah kebutuhan mutlak dan tanggung jawab bersama. Hal ini juga sejalan dengan tema Hari Pelaut Sedunia tahun ini yang diusung oleh International Maritime Organization (IMO) yaitu Safety Tips At Sea dengan sub tema Healthy and Happy Seafarers for Safe Ships.
Tema ini menyoroti kontribusi pelaut dalam menjadikan sektor maritim sebagai tempat kerja yang aman. “Diharapkan para pelaut dapat membagikan tips keselamatan di laut, baik mengenai perlengkapan yang mereka kenakan maupun pelatihan yang mereka terima,” ungkap Agustinus.
Melalui kegiatan Kampanye Keselamatan Pelayaran ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya keselamatan pelayaran karena keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama. “Untuk itu, kami mengajak seluruh pihak mulai dari operator kapal, nelayan, pengguna jasa untuk memprioritaskan keselamatan saat berada di laut. Misalnya dimulai dari penggunaan life jacket dan tindakan pencegahan lainnya, untuk melindungi diri kita sendiri dan orang lain,” pungkasnya. (son)










