Press "Enter" to skip to content

InJourney Airports Bukukan Pendapatan Usaha Rp 10,23 Triliun

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports pada berhasil membukukan pendapatan usaha Rp10,23 triliun, meningkat 3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini merupakan keberhasilan Perusahaan dalam meningkatkan kinerjanya di tengah kondisi industri penerbangan yang menghadapi tantangan berat akibat kondisi geopolitik Timur Tengah yang dimulai pada akhir kuartal pertama. 

Pendorong utama peningkatan pendapatan InJourney Airports berasal dari keberhasilan pengelolaan bisnis non-aeronautika. Hal ini merupakan dampak dari keberhasilan dalam melakukan beautifikasi di bandara-bandara utama, termasuk penguatan konsep tenant mixing di area komersial bandara dalam memadukan berbagai tenant yang ada untuk menghadirkan shopping experience terbaik.

Direktur Utama InJourney Airpots Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan, Danantara terus mendorong InJourney Airports untuk bertransformasi dan membangun portofolio bisnis yang tangguh di lini bisnis aeronautika dan non-aeronautika agar terus menciptakan nilai berkelanjutan di industri aviasi nasional sekaligus mendatangkan manfaat bagi masyarakat.Bisnis Non-Aeronautika

Salah satu transformasi yang dijalankan adalah penguatan bisnis non-aeronautika melalui pengembangan area komersial dan alat produksi di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sejak tahun lalu.

Rizal Pahlevi mengatakan kontribusi pendapatan non-aeronautika akan terus ditingkatkan sebagaimana best practice yang ada di industri kebandarudaraan global. “Saat ini kontribusi pendapatan non-aeronautika InJourney Airports mencapai sekitar 38% dari total pendapatan usaha, meningkat dari 30% sebelum transformasi dijalankan saat masih di Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II,” katanya.

Di sisi pembiayaan, Injournery Airports telah berhasil menata ulang struktur pembiayaan dari kreditur dengan konsep Injourney Group Financial Solutions pada Kuartal I/2026. Dampak nyata dari penataan struktur pembiayaan ini adalah beban bunga pada Semester I/2026 turun 10% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.