Press "Enter" to skip to content

Arus Balik Sumatera – Jawa Menguat, Layanan Penyeberangan Tetap Tertib Lancar

Media Social Share

BAKAUHENI, BISNISJAKARTA.ID – Pergerakan arus balik Lebaran dari Sumatera menuju Jawa mulai terbentuk dan menunjukkan tren peningkatan signifikan. PT ASDP Indonesia Ferry memproyeksikan puncak arus balik akan terjadi pada Selasa (24/3) dan Rabu (25/3), seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pasca libur Lebaran.

Sejak Hari Minggu (22/3), trafik di Pelabuhan Bakauheni terpantau mulai bergeliat, baik penumpang pejalan kaki maupun kendaraan. Meski terjadi lonjakan, layanan penyeberangan tetap berlangsung lancar, tertib, dan terkendali berkat kesiapan operasional yang matang dan koordinasi lintas stakeholder.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, peningkatan trafik saat ini menjadi indikator awal dimulainya fase arus balik. “Pergerakan yang mulai meningkat ini menandakan tren arus balik sudah berjalan. Kami terus memastikan kesiapan layanan, baik dari sisi operasional maupun fasilitas, untuk mengantisipasi lonjakan pada periode puncak,” ujarnya.

Dari sisi lapangan, General Manager ASDP Cabang Bakauheni Partogi Tamba memastikan operasional berjalan optimal dengan skenario pengendalian yang adaptif. Adapun skema pengalihan kendaraan pada arus balik telah mulai diterapkan. Arus menuju Jawa dilayani melalui Pelabuhan Bakauheni untuk penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan I, II, III, IVA, VA, dan VIA.Sementara itu, kendaraan golongan IVB, VB, dan VIB yang dikecualikan dari pembatasan operasional dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu. Adapun truk golongan VIB tiga sumbu, VII, VIII, dan IX yang masih dalam masa pembatasan diarahkan untuk menunggu di buffer zone maupun sejumlah rest area tol guna menjaga kelancaran arus lalu lintas. “Arus kendaraan masih dalam batas kapasitas layanan. Pola kedatangan cukup merata sehingga proses bongkar muat kapal berlangsung cepat tanpa hambatan berarti,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan layanan dermaga dilakukan secara fleksibel melalui skema multi-dermaga, baik untuk penumpang pejalan kaki maupun kendaraan, guna menjaga distribusi tetap merata dan ritme layanan stabil di tengah peningkatan volume.Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menambahkan, pengguna jasa diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan tidak menumpuk pada periode puncak. “Pastikan telah membeli tiket melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Saat ini tidak ada penjualan tiket di pelabuhan, sehingga seluruh pengguna jasa wajib melakukan pembelian secara mandiri melalui kanal resmi,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pengelolaan arus balik harus dilakukan secara adaptif dan responsif terhadap dinamika di lapangan, termasuk optimalisasi kapasitas layanan dan penguatan buffer zone.

Dengan kesiapan operasional, penguatan digitalisasi layanan melalui Ferizy, serta sinergi seluruh pihak, layanan penyeberangan di lintasan Sumatera–Jawa diyakini akan terus mengalir lancar, aman, dan terkendali hingga periode puncak terlewati. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.