Press "Enter" to skip to content

Luncurkan Dua Layanan Baru, KFD Bidik Pendapatan 11 Persen

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Anak usaha PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) baru saja meluncurkan dua produk layanan baru, yaitu layanan Home Care dan Telesales. “KFD menargetkan kedua layanan ini dapat berkontribusi hingga 11% terhadap total target pendapatan yang dibidik KFD di tahun 2022 ini,” kata Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika Ardhy Nugrahanto Wokas di Jakarta, Senin (23/5).

Usai Peluncuran Produk Layanan, Pemecahan Rekor Muri, dan Peresmian Gedung Kantor Pusat Kimia Farma Diagnostika, Ardhy mengatakan, jangkauan pelayanan home care selama ini sudah dijalankan secara manual ke orang-orang atau individu, namun belum disorganized secara global. Kemudian Ardhy melihat competitor sudah memiliki home care, tapi hanya sebatas mengambil darah. “Kita sudah one step ahead – artinya kita tidak hanya sekedar mengambil sampel darah untuk laboratorium tapi juga memberikan pelayanan-pelayanan yang langsung bisa dirasakan dalam bentuk jasa kepada masyarakat,” paparnya.

Ia menegaskan, layanan home care memiliki potensi bisnis yang besar untuk ke depannya. Hal itu akibat perubahan kebiasaan masyarakat dalam menjangkau layanan kesehatan setelah dua tahun terakhir berada dalam situasi Covid-19. “Menurut kami ini suatu terobosan yang luar biasa. Karena amanah dari Pak Menteri BUMN kita benar-benar harus menjangkau dan memberikan manfaat sebanyak mungkin bagi masyarakat Indonesia,” ungkap Ardhy.

Apalagi tren masyarakat yang mulai nyaman pergi ke klinik dan rumah sakit jadi ingin pelayanan yang bisa di rumah, karena lebih nyaman dan tidak perlu berinteraksi dengan orang. “Jadi trennya semakin banyak dan sampai sekarang kompetitor kami sudah membuka layanan dan jaringan home care. Artinya homecare akan jadi drive bisnis baru,” kata Ardhy.

Dia melanjutkan, layanan homecare yang disuguhkan KFD pun beragam, mulai dari pemeriksaaan dokter umum, layanan bidan, fisioterapis, hingga terapis. Hal ini menjadi keunggulan tersendiri bagi KFD dibandingkan para kompetitor yang layanan home care-nya masih sebatas melayani pengambilan sample darah saja. “Kami one step ahead, artinya tidak hanya sebatas ambil sample darah untuk lab tapi kami juga pelayanan yang langsung bisa dirasakan dalam bentuk jasa kepada masyarakat. Itu yang membuat kami optimistis,” tegas Ardhy.

KFD juga meluncurkan telesales untuk membina lebih baik lagi hubungan dengan para konsumen. Di dalam layanan telesales ini nantinya KFD akan secara rutin melakukan survei kepuasaan pelanggan selama mendapatkan pelayanan dari KFD.

Tak hanya itu, lewat layanan ini KFD juga akan mengkomunikasikan dan menawarkan berbagai program dan layanan unggulan Kimia Farma kepada para konsumen. “Pelanggan juga bisa melakukan reservasi pelayanan dan pembelian produk langsung lewat telesaes, dan pas datang ke tmempat kami atau melalui pelayanan homecare, pelanggan tidak perlu lagi melalui proses administrasi yang membuang waktu,” ujar Ardhy.

Di samping peluncuran dua produk baru, KFD juga baru saja meresmikan kantor pusat baru mereka yang berlokasi di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Ardhy tidak bicara lebih detail terkait nilai investasi yang dianggarkan untuk kantor pusat baru ini, dia hanya bilang perpindahan kantor ke tempat yang lebih luas dilakukan lantaran jumlah pegawai dan portofolio bisnis perusahaan yang juga semakin bertambah dari waktu ke waktu. “Semua ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan bahwa kami Kimia Farma sebagai BUMN selalu terdepan dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat,” imbuh dia.

Dua Rekor Muri

Pada kesempatan yang sama,  KFD mendapat dua rekor Muri sekaligus, yang pertama adalah edukasi dan juga screening untuk hepatitis yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. “Kita bekerja sama dengan SMP dan SMA. Kemudian kita diberi kepercayaan untuk bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk vaksinasi Covid-19 dan kita memecahkan rekor 350 ribu lebih vaksin yang telah kita distribusikan ke masyarakat,” papar Ardhy.

Kembali lagi, semua layanan ini bentuk komitmen KFD sebagai BUMN untuk terus melayani dan menjangkau masyarakat, di seluruh Indonesia, bukan hanya di Pulau Jawa saja, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, NTB, NTT, Bali, dll.

Terkait screening haptitis ini untuk yang standar, yakni golongan A, golongan B. Ini konteksnya edukasi, jadi banyak sekali orang seperti anak-anak muda belum mengetahui penyebab hepatitis seperti apa, mungkin karena kebersihan, hubungan pasangan yang tidak sehat.

Harapannya, memberikan edukasi agar masyarakat bisa dan lebih paham sehingga bisa menjaga diri, dan melakukan screening, untuk bisa preventif. “Jika memang sudah kena banyak juga yang bisa disembuhkan. Artinya kita harus melakukan deteksi sedini mungkin sehingga jangan sampai situasi menjadi buruk, yang dapat berdampak kurang baik,” paparnya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.